REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Operator telekomunikasi di Indonesia dinilai berada di bawah tekanan. Setiap hari, jaringan mereka menopang lebih dari 347 juta sambungan seluler, dari transaksi bisnis hingga percakapan sehari-hari, yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau.
Pada saat yang sama, operator dituntut memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik sekaligus menekan biaya. Kantor Konsultan Publik, Deloitte, menilai kecerdasan buatan agentik (agentic AI) berpotensi menjadi titik balik bagi industri ini, sepanjang penerapannya dilakukan dengan disiplin dan menyatu ke dalam operasi harian, bukan berhenti sebagai proyek percobaan.
Laporan 2026 Technology, Media & Telecommunications Predictions menyebut tekanan terhadap operator kini tidak lagi bersifat teknis semata, melainkan juga komersial. Deloitte mencatat hingga 77 persen konsumen di dunia tidak merasa benar-benar loyal terhadap penyedia layanannya. Hanya 47 persen yang bertahan pada operator yang sama selama lebih dari lima tahun, sementara tingkat churn industri berkisar 22 persen per tahun.
Di sisi lain, 86 persen konsumen menyatakan bersedia membayar lebih untuk pengalaman layanan yang lebih baik. Technology, Media & Telecommunications Industry Leader, Strategy, Risk & Transactions, Deloitte Asia Tenggara, Piyush Jain, mengungkapkan, di tengah ekonomi digital Indonesia yang tumbuh cepat, pertanyaannya bukan lagi apakah operator akan mengadopsi AI, melainkan apakah mereka cukup disiplin menerapkannya untuk meringankan beban jaringan.
Di banyak negara, ujar dia, terlalu banyak operator yang mandek di tahap uji coba inisiatifnya tampak menjanjikan bila dilihat satu per satu, tetapi tidak pernah naik skala. Dia menilai, masalahnya bukan terletak pada inovasi, melainkan pada disiplin eksekusi.
"Operator yang bergerak maju memperlakukan AI sebagai kemampuan bisnis, bukan eksperimen teknologi: ada pemilik yang jelas, hasil yang terukur, serta keputusan yang tegas soal use case mana yang diperluas dan mana yang dihentikan,"kata Piyush Jain, lewat keterangan tertulis, Senin(27/7/2026).
.png)
2 hours ago
1











































