Disebut tak Bisa Bersaing dengan Minimarket dan Warung Madura, Zulhas: Kopdes Bukan Supermarket

4 hours ago 1

Petugas memarkir mobil pikap operasional yang diperuntukkan bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) pada pendistribusian tahap pertama di KDMP Desa Pasirharjo, Blitar, Jawa Timur, Senin (13/4/2026). Kodim 0808/Blitar mulai mendistribusikan 50 unit mobil pikap operasional untuk 50 unit KDMP dari jumlah total sebanyak 269 unit KDMP di wilayah kerjanya.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menanggapi kritikan mahasiswa soal Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMMP) yang disebut tidak akan bisa bersaing dengan minimarket waralaba atau bahkan warung Madura. Dia menekankan bahwa KDKMP bukan supermarket dan merupakan bagian dari infrastruktur pemerintah.

Saat diundang ke Musyawarah Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) XIX yang digelar di Politeknik Negeri Semarang pada Senin (27/7/2026), Zulhas ditanya oleh seorang mahasiswi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) soal apakah KDKMP mampu bersaing dengan minimarket waralaba. Mahasiswi tersebut meyakini KDKMP tak akan bisa berkompetisi dengan minimarket.

Mahasiswi Unissula itu kemudian mengatakan bahwa dia juga meyakini bahwa warung Madura bisa lebih untung jika dibandingkan dengan KDKMP. Merespons hal itu, Zulhas mengeklaim masih banyak pihak yang menyalahpahami KDKMP.

“Saudara-saudara, Koperasi Desa Merah Putih itu bukan supermarket. Koperasi Desa Merah Putih itu infrastukturnya pemerintah,” ujar Zulhas. 

Menurutnya, setiap kali menjelaskan soal KDKMP, pemerintah justru selalu “diserang” lewat media sosial. “Apa itu Koperasi Desa Merah Putih? Yang di luar banyak sekali salah paham. Karena kalau kami menjelaskan satu, yang nyerang itu seribu. Saya ngomong satu, yang nyerang itu seribu,” katanya. 

Zulhas menekankan, salah satu fungsi KDKMP nantinya adalah menyalurkan barang-barang yang disubsidi pemerintah. “Menurut Dewan Ekonomi Nasional, barang-barang bersubsidi, barang-barang bantuan pemerintah, 70 persen tidak tepat sasaran,” ucapnya. 

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |