Dinaungi Sentimen Mundurnya Perry Warjiyo dan Kebijakan The Fed, IHSG Melemah

6 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (27/7/2026) ditutup melemah di tengah sikap wait and see pelaku pasar menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed).

IHSG ditutup melemah 10,65 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.185,78. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turun 2,23 poin atau 0,36 persen ke posisi 612,56.

"Sentimen terangkat oleh meredanya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat menghentikan serangan terhadap Iran pada akhir pekan, dan Iran mengatakan telah menghentikan serangan balasan terhadap sekutu AS di kawasan," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Nico mengatakan meredanya konflik antara AS dan Iran menyebabkan harga minyak mentah dunia menurun sehingga meredakan kekhawatiran terhadap pasokan energi dan tekanan inflasi.

Pada pekan ini, pelaku pasar juga akan mencermati hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28-29 Juli 2026 yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga acuan The Fed.

Selain itu, pelaku pasar menantikan arah kebijakan Bank of Japan (BoJ) dan Bank of England (BoE), data inflasi personal consumption expenditures (PCE) AS, pertumbuhan ekonomi AS kuartal II 2026, data durable goods orders AS, rapat Politbiro China, serta indeks manufaktur (purchasing managers' index/PMI) China.

Dari China, National Bureau of Statistics (NBS) melaporkan laba industri (industrial profit) masih tumbuh 18,7 persen, meski sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 18,8 persen.

Pelaku pasar juga mencermati pertemuan Politbiro China pada akhir pekan. Presiden Xi Jinping bersama para pembuat kebijakan utama diperkirakan akan memaparkan prioritas kebijakan ekonomi untuk paruh kedua tahun ini.

Dari dalam negeri, pelaku pasar masih bersikap wait and see menunggu penetapan gubernur definitif Bank Indonesia (BI) setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI. Saat ini, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sementara.

Menurut Nico, meski penunjukan tersebut bertujuan menjaga kesinambungan tugas BI dan meredam volatilitas pasar keuangan, pelaku pasar masih mengkhawatirkan arah kebijakan moneter, independensi BI, serta stabilitas rupiah.

IHSG dibuka melemah dan bertahan di zona merah hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, indeks tetap berada di teritori negatif hingga akhir perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat, yakni sektor industri sebesar 0,72 persen dan sektor teknologi sebesar 0,33 persen.

Sementara itu, delapan sektor melemah. Penurunan terdalam terjadi pada sektor infrastruktur sebesar 1,29 persen, diikuti sektor properti sebesar 0,75 persen dan sektor energi sebesar 0,66 persen.

Saham yang mencatatkan kenaikan terbesar ialah DMMX, BAJA, ZONE, TAMA, dan MCAS. Adapun saham dengan pelemahan terdalam yakni KDTN, ARKO, MLPT, OMRE, dan OILS.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,79 juta kali transaksi dengan volume perdagangan mencapai 26 miliar lembar saham senilai Rp 12,12 triliun.

Sebanyak 318 saham menguat, 360 saham melemah, dan 287 saham tidak berubah.

Di kawasan Asia, mayoritas bursa ditutup menguat. Indeks Nikkei naik 0,66 persen, Shanghai Composite menguat 1,15 persen, Hang Seng bertambah 0,98 persen, Kospi naik 0,97 persen, dan Strait Times menguat 0,55 persen.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |