REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Gaza belum pulih. Dentuman keras kembali merobek keheningan fajar. Penyerangan brutal yang terus dilancarkan pasukan pendudukan Zionis Israel kembali menyisakan duka teramat mendalam bagi warga sipil, khususnya anak-anak yang tak berdosa.
Hari ini, Senin (8/6/2026), Dompet Dhuafa menerima laporan pilu langsung dari salah satu mitra di Gaza melalui pesan singkat. Empat unit apartemen tempat tinggal warga rata dengan tanah akibat bom yang dijatuhkan tanpa ampun.
Serangan ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan lebih dari 20 orang luka-luka. Hala Labad, seorang anak perempuan, kini harus menanggung beban hidup yang teramat berat di usia belianya. Ia ditemukan di tengah kepulan asap tebal dan di balik reruntuhan apartemen keluarganya dengan luka sedang di sekujur tubuhnya.
Namun, luka fisik itu tak sebanding dengan kenyataan pahit yang harus ia hadapi begitu membuka mata. Dalam sekejap mata, kehangatan keluarga Hala direnggut paksa, menyisakan dirinya seorang diri di tengah ketidakpastian Gaza yang kian mencekam. Hala kini menjadi yatim piatu, saksi bisu dari kekejaman yang seolah tiada akhir.
“Hala Labad satu-satunya yang selamat dari seluruh anggota keluarganya yang menjadi korban. Lima orang keluarga tercintanya gugur seketika dalam serangan bom yang menghantam rumah mereka pada dini hari itu,” lapor mitra Dompet Dhuafa di Gaza melalui pesan singkat.
Namun, di tengah situasi Gaza yang sangat sulit dan berat ini, kepedulian dari Tanah Air Indonesia tetap menyala. Di jalanan Gaza yang hancur dan dipenuhi puing, sebuah kendaraan putih dengan bunyi sirine masih terus melaju membelah bahaya.
“Situasi di Gaza saat ini sangat sulit dan berat. Mobil ambulans terus mengangkut para korban luka dan jenazah,” imbuhnya.
Mobil ambulans yang merupakan amanah kolektif dan bukti cinta dari masyarakat Indonesia ini tidak pernah berhenti beroperasi. Di bawah ancaman serangan susulan yang bisa datang kapan saja, tim medis dan relawan lokal Dompet Dhuafa terus mengemudikan ambulans ini untuk mengevakuasi korban luka, serta mengangkut jenazah para syuhada ke rumah sakit terdekat.
“Bagi warga Gaza, kehadiran ambulans ini bukti nyata mereka tidak berjuang sendirian. Di setiap putaran rodanya, ada doa, air mata, dan solidaritas dari jutaan rakyat Indonesia yang terus mengalir mendampingi perjuangan mereka,” sebut dr Yeni, General Manager Kesehatan Dompet Dhuafa.
Perjuangan untuk menembus batas duka di Gaza tidak hanya dilakukan secara langsung di atas tanah yang luluh lantak tersebut. Dari luar batas wilayah, solidaritas dunia internasional juga terus bergerak menembus kepungan blokade Zionis.
Baru-baru ini, kepedulian itu mewujud nyata dalam pelayaran misi kemanusiaan global bertajuk Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Misi laut ini mengangkut ratusan aktivis dari puluhan negara demi mengantarkan bantuan logistik dan menyuarakan kemerdekaan Palestina.
Di barisan pejuang kemanusiaan ini, terdapat sembilan delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). Dua di antaranya merupakan insan terbaik Dompet Dhuafa, yakni Ronggo Wirasanu dan Herman Budianto.
Langkah mulia ini tidaklah mudah. Di tengah Laut Mediterania, kapal kemanusiaan ini sempat diintersepsi secara sepihak dan para delegasi ditahan militer Zionis. Namun, keteguhan hati para relawan serta doa tiada henti dari masyarakat Indonesia akhirnya membuahkan hasil manis. Kesembilan delegasi Indonesia tersebut kini telah dibebaskan dan mendarat kembali dengan selamat di Tanah Air.
“Perjalanan luar biasa ini bentuk nyata bahwa kita tidak akan pernah membiarkan saudara-saudara kita di Gaza berjuang sendirian. Kepulangan para delegasi ini justru menjadi pemantik semangat baru bagi kita semua untuk terus mengupayakan bantuan dengan cara-cara yang lebih kuat dan konsisten,” ungkap Ahmad Juwaini, Ketua Pengurus Dompet Dhuafa sekaligus Pengarah GPCI.
Keadaan di Gaza semakin hari kian parah. Anak-anak seperti Hala Labad kehilangan masa depan, keluarga, dan tempat bernaung mereka dalam hitungan detik. Namun doa-doa yang melangit dan bantuan kita amat berarti bagi mereka.
Amanah dari kita telah menyelamatkan banyak nyawa melalui Ambulans Dompet Dhuafa yang terus siaga hingga detik ini. Namun, perjuangan belum usai. Kebutuhan bantuan darurat masih sangat mendesak.
.png)
5 hours ago
4

















































