
4 Fakta Prabowo soal Hemat BBM dan WFH Imbas Perang AS-Israel vs Iran (Foto: Setkab)
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto berencana mengambil langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Hal ini sebagai respons terhadap dampak konflik yang terjadi di Timur Tengah imbas perang AS-Israel vs Iran terhadap harga energi minyak dunia.
Tercatat, harga minyak dunia kini sudah menembus level USD100 per barel. Bahkan, Iran memperingatkan harga minyak dunia akan menembus USD200 per barel jika wilayahnya terus diserang. Penutupan Selat Hormuz juga berimbas pada melonjaknya harga minyak dunia.
Berikut ini Okezone rangkum soal penghematan BBM hingga WFH imbas perang AS-Israel vs Iran, Jakarta, Senin (16/3/2026).
1. Prabowo Siapkan Kebijakan Hemat BBM
Prabowo menilai gejolak harga minyak global dapat berdampak luas terhadap perekonomian nasional, termasuk pada harga pangan. Karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah proaktif untuk menekan konsumsi energi, salah satunya melalui kebijakan efisiensi penggunaan BBM.
“Tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026).
2. Hemat BBM dan WFH
Menurut Prabowo, sejumlah negara telah lebih dulu mengambil langkah serupa dengan kebijakan penghematan energi di antaranya dilakukan oleh Thailand dan Vietnam yang mendorong sebagian pegawai bekerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk mengurangi mobilitas dan konsumsi bahan bakar.
Sementara itu, Filipina menerapkan sistem kerja empat hari dalam sepekan di sejumlah kantor pemerintah, sekaligus membatasi perjalanan dinas serta berbagai aktivitas pemerintahan guna menekan penggunaan energi.
Prabowo pun menyinggung langkah yang dilakukan oleh Pakistan sebagai contoh kebijakan penghematan yang cukup ketat. Dalam paparannya kepada jajaran kabinet, Prabowo bahkan menunjukkan slide berisi sejumlah langkah yang disebut sebagai “critical measures” oleh pemerintah Pakistan.
Negara tersebut menerapkan kebijakan mirip seperti saat pandemi COVID-19, di mana kantor pemerintah dan swasta memberlakukan WFH bagi sekitar 50% pegawainya. Selain itu, jam kerja dipersingkat menjadi empat hari dalam seminggu.
“Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR, dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah,” kata Prabowo.
Selain kebijakan tersebut, pemerintah Pakistan juga memangkas jatah BBM bagi seluruh kementerian dan mewajibkan 60 persen kendaraan dinas tidak digunakan setiap hari. Pemerintahnya juga menghentikan sementara berbagai belanja negara seperti pembelian pendingin ruangan (AC), kendaraan, dan mebel di lembaga pemerintahan.
“Kemudian mereka menghentikan semua belanja AC, belanja kendaraan, belanja mebel, dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan,” katanya.
Langkah penghematan lainnya meliputi pengurangan kunjungan kerja, pembatasan penggunaan anggaran negara untuk kegiatan seremonial, serta penerapan pembelajaran daring di perguruan tinggi.
.png)
12 hours ago
6














































