REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI - Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) berpartisipasi dalam upaya memperkuat tata kelola bank sampah berbasis masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Alur Kerja dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Bank Sampah serta Penyusunan Laporan Keuangan yang digelar di Bank Sampah Vida Taman Apel RW.019, Bekasi, Jumat (6/6/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah untuk meningkatkan profesionalisme pengelolaan sampah sekaligus memperkuat transparansi keuangan dalam mendukung ekonomi sirkular di tingkat lingkungan warga. Pelatihan yang merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat ini menyasar pengurus dan anggota Bank Sampah Vida Taman Apel RW.019 sebagai peserta utama.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dibagi menjadi dua sesi utama yang saling berkaitan, yakni pemaparan alur kerja operasional bank sampah beserta penyusunan SOP yang terstandar, serta pelatihan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan berbasis prinsip akuntabilitas.
Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber, Elmira Siska memberikan pemahaman secara sistematis dan aplikatif agar mudah diterapkan oleh peserta dalam aktivitas operasional sehari-hari. Dalam sesi tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya sistem kerja yang tertata serta pelaporan keuangan yang rapi sebagai fondasi keberlanjutan bank sampah.
Ketua Pelaksana kegiatan, Haryani, menjelaskan pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata pengelola bank sampah dalam membangun sistem kerja yang lebih efektif dan akuntabel.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap pengurus Bank Sampah Vida Taman Apel RW.019 memiliki pedoman kerja yang jelas melalui SOP serta mampu menyusun laporan keuangan yang transparan dan terukur,” ujar Haryani.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Ketua Bank Sampah Vida Taman Apel RW.019, Nia Kurniasih, yang memfasilitasi keterlibatan aktif para anggota. Sementara itu, Ketua RW.019, Bambang Sulistio, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut karena dinilai mampu memberikan dampak positif bagi penguatan sistem pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.
“Peningkatan kapasitas pengelolaan bank sampah sangat penting, tidak hanya untuk menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Bambang Sulistio.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Selain menyimak materi, para peserta juga aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi, mulai dari mekanisme pencatatan setoran sampah hingga pembuatan laporan keuangan akhir periode. Diskusi ini menjadi ruang refleksi bersama untuk mengidentifikasi tantangan struktural yang selama ini menghambat optimalisasi pengelolaan bank sampah.
Bagi UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, keterlibatan dalam kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong peningkatan literasi manajerial dan tata kelola organisasi masyarakat. Kehadiran program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas komunitas dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, tertib, dan berkelanjutan.
.png)
2 hours ago
3















































