Sebuah keluarga Palestina berlari keluar rumah menuju jalanan setelah serangan udara Israel di bagian selatan Kota Gaza pada 12 Juli 2026. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 14 warga Palestina terluka dalam serangan tersebut.
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Menteri pertahanan (menhan) baru Inggris, Wes Streeting, mempertahankan pernyataannya yang menyebut bahwa Israel telah melakukan kejahatan perang. Pernyataan itu pernah dilontarkan Streeting sebelum dilantik sebagai Menhan Inggris pada Senin (20/7/2026) lalu.
Saat berbicara kepada media di sela-sela partisipasinya di Farnborough International Airshow pada Rabu (22/7/2026), Streeting mengatakan, Israel harus dinilai dengan standar yang sama yang diterapkan pada Inggris dan sekutunya yang lain. Kendati demikian, dia tetap mengakui hak Israel untuk membela diri.
Karena saat ini sudah menjabat menhan baru Inggris di bawah pemerintahan Perdana Menteri Andy Burnham, media bertanya kepada Streeting apakah dia masih mempertahankan pernyataannya di masa lalu yang menyatakan bahwa Israel telah melakukan kejahatan perang. Streeting menyatakan belum mengubah atau menarik komentarnya tersebut.
“Saya telah menyatakan dengan sangat jelas kekhawatiran saya tentang tindakan Israel di Gaza dan Tepi Barat. Komentar saya ada di sana. Komentar tersebut telah dipublikasikan. Komentar tersebut tercatat. Saya tidak akan berpura-pura bahwa saya tidak membuat komentar tersebut,” ujar Streeting, dilaporkan Anadolu Agency.
Menurutnya, menjadi teman Israel bukan berarti menghindari kritik terhadap negara tersebut. "Tetapi saya juga menuntut Israel, sebagai teman dan sekutu, untuk memenuhi standar yang sama seperti yang kita terapkan pada diri kita sendiri. Itulah standar yang seharusnya diterapkan pada Israel. Itulah standar yang menurut saya, dan saya khawatir, telah mereka gagal penuhi," ucapnya.
Media pun sempat bertanya kepada Streeting soal apakah Inggris akan melanjutkan pembelian senjata dari Israel. Dia menjawab bahwa keputusan tentang pengadaan, perjanjian perdagangan, dan hubungan diplomatik dibuat melalui kerangka kerja pemerintah yang telah ditetapkan, bukan olehnya sendiri.
Pada 21 September 2025 lalu, mantan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengakuan Inggris atas negara Palestina. Pengakuan tersebut disiarkan kepada dunia saat kelompok perlawanan Palestina di Jalur Gaza masih berperang melawan Israel.
.png)
2 hours ago
2

















































