REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hubungan Amerika Serikat dan China kembali memanas di tengah rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping.
Meski Trump menyebut Xi sebagai “teman” dan sosok yang “sudah sangat dikenal”, pertemuan keduanya dibayangi ketegangan besar terkait Iran, Taiwan, hingga perang pengaruh global antara Washington dan Beijing.
Trump mengatakan ia ingin membahas konflik yang melibatkan Iran, negara yang selama ini dituduh Amerika Serikat dan Israel mendapat dukungan politik maupun ekonomi dari China. Isu ini menjadi semakin sensitif karena perang dan ketegangan di Timur Tengah kini tidak lagi dipandang sekadar konflik regional, tetapi juga bagian dari persaingan kekuatan besar dunia.
Di saat yang sama, Kedutaan Besar China di Washington mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dengan menegaskan adanya empat “garis merah” yang tidak boleh dilanggar dalam hubungan kedua negara sebagaimana diberitakan RT dan Xinhua. Empat isu tersebut adalah sebagai berikut:
Pertama, Taiwan
Taiwan menjadi isu paling sensitif dalam hubungan China dan Amerika Serikat karena Beijing menganggap pulau itu sebagai bagian dari wilayah kedaulatan China. Pemerintah China berulang kali menegaskan bahwa reunifikasi dengan Taiwan adalah kepentingan nasional yang tidak bisa ditawar.
Karena itu, setiap dukungan politik, militer, atau diplomatik Amerika Serikat terhadap Taiwan dianggap Beijing sebagai bentuk campur tangan langsung dalam urusan dalam negeri China.
Ketegangan meningkat dalam beberapa tahun terakhir setelah Amerika Serikat memperkuat hubungan dengan Taiwan melalui penjualan senjata, kerja sama keamanan, dan kunjungan pejabat tinggi.
Washington secara resmi memang masih mengakui kebijakan “One China”, tetapi di saat yang sama terus membantu pertahanan Taiwan untuk menghadapi kemungkinan tekanan militer dari Beijing. China melihat langkah itu sebagai upaya Amerika menahan kebangkitan pengaruhnya di Indo-Pasifik.
Bagi Presiden Xi Jinping, Taiwan bukan sekadar persoalan geopolitik, tetapi juga menyangkut legitimasi politik dan nasionalisme domestik China. Karena itu, Beijing menjadikan isu Taiwan sebagai “garis merah” yang tidak boleh dilanggar dalam dialog dengan Presiden AS Donald Trump.
Taiwan saat ini menjadi salah satu titik paling berbahaya dalam persaingan Amerika-China karena berpotensi memicu konflik langsung antara dua kekuatan terbesar dunia.
sumber : Xinhua
.png)
1 day ago
9















































