Tesla Pertimbangkan Beli Peralatan Surya Rp48,72 Triliun dari Pemasok China

11 hours ago 7

dua sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan pemasok yang dimaksud termasuk Suzhou Maxwell Technologies.

 AP.

Tesla Pertimbangkan Beli Peralatan Surya Rp48,72 Triliun dari Pemasok China. Foto: AP.

IDXChannel - Perusahaan kendaraan listrik Tesla (TSLA.O) tengah mempertimbangkan pembelian peralatan senilai USD2,9 miliar atau sekitar Rp48,72 triliun (kurs Rp16.800 per USD) dari pemasok China untuk memproduksi panel dan sel surya

Melansir Reuters, Jumat (20/3/2026), dua sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan pemasok yang dimaksud termasuk Suzhou Maxwell Technologies, seiring CEO Elon Musk berupaya menambah 100 gigawatt kapasitas tenaga surya di Amerika Serikat (AS).

Musk pada Januari mengatakan bahwa energi surya berpotensi memenuhi seluruh kebutuhan listrik di AS, termasuk permintaan yang terus meningkat dari semakin banyaknya pusat data. 

Lowongan pekerjaan di situs Tesla juga menyebutkan perusahaan menargetkan membangun manufaktur tenaga surya sebesar 100 GW dari bahan baku di dalam negeri AS sebelum akhir 2028.

Suzhou Maxwell Technologies, produsen terbesar di dunia untuk peralatan screen-printing yang digunakan dalam pembuatan sel surya, menjadi salah satu kandidat utama pemasok mesin untuk proyek tersebut. Menurut dua sumber dan satu sumber lain, perusahaan itu telah mengajukan izin ekspor kepada Kementerian Perdagangan China. Ketiga sumber tersebut menolak disebutkan namanya karena informasi tersebut belum dipublikasikan.

Pemasok potensial lainnya termasuk Shenzhen S.C New Energy Technology dan Laplace Renewable Energy Technology.

Sebagian dari peralatan senilai sekitar 20 miliar yuan (USD2,9 miliar) tersebut, termasuk lini produksi screen-printing, memerlukan persetujuan ekspor dari regulator China. Namun, belum jelas berapa banyak peralatan yang memerlukan izin maupun berapa lama proses persetujuan akan berlangsung.

Perusahaan-perusahaan China tersebut diminta mengirimkan peralatan itu ke Texas sebelum musim gugur tahun ini. Musk berencana membangun kapasitas tenaga surya tersebut terutama untuk kebutuhan Tesla, meskipun sebagian juga akan digunakan untuk memberi daya pada satelit milik SpaceX.

Potensi pesanan ini menyoroti salah satu tantangan bagi AS dalam upayanya mengurangi ketergantungan pada China, di mana artinya bahwa kebangkitan manufaktur di AS masih membutuhkan tingkat perdagangan tertentu dengan Negeri Tirai Bambu tersebut.

Media China bulan lalu melaporkan bahwa Tesla telah mengunjungi beberapa perusahaan tenaga surya di China. Namun rincian mengenai perusahaan yang sedang dalam pembicaraan lanjutan, perkiraan nilai pembelian, jadwal pengiriman, serta persyaratan regulasi baru pertama kali dilaporkan.

Halaman : 1 2

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |