Konflik Geopolitik Belum Reda, IEA Pangkas Proyeksi Permintaan Minyak Dunia

5 hours ago 2

IEA kini memperkirakan penurunan permintaan sebesar 80 ribu barel per hari (bpd) tahun ini, dibandingkan proyeksi kenaikan 640 ribu bpd dalam laporan Maret.

 iNews Media Group.

Konflik Geopolitik Belum Reda, IEA Pangkas Proyeksi Permintaan Minyak Dunia. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) mengatakan perang Timur Tengah telah mengguncang prospek pasokan dan permintaan global. 

IEA kini memperkirakan penurunan permintaan sebesar 80 ribu barel per hari (bpd) tahun ini, dibandingkan proyeksi kenaikan 640 ribu bpd dalam laporan Maret.

Dalam laporan Maret dilansir Reuters, Selasa (14/42026), IEA menyebut perang di Timur Tengah menjadi gangguan pasokan minyak terbesar sepanjang sejarah. Namun, EIA saat itu masih memperkirakan adanya pertumbuhan tahunan baik pada pasokan maupun permintaan.

"Penurunan permintaan akan meluas seiring kelangkaan dan harga tinggi yang terus berlanjut," kata IEA, yang juga memberi catatan bahwa penurunan konsumsi minyak terdalam sejauh ini terjadi di Timur Tengah dan Asia-Pasifik, khususnya untuk nafta, LPG, dan bahan bakar jet.

Lembaga tersebut mengatakan penurunan permintaan sebesar 1,5 juta bpd pada kuartal II-2026 akan menjadi kontraksi terdalam sejak pandemi Covid-19.

Sementara itu, Kelompok produsen minyak OPEC menurunkan proyeksi permintaan minyak dunia untuk kuartal II-2026, namun mempertahankan outlook setahun penuh.

Dari sisi pasokan, IEA memperkirakan produksi global turun rata-rata 1,5 juta bpd tahun ini jika dibandingkan dengan tahun lalu. Angka ini berbeda dari proyeksi sebelumnya yang memperkirakan kenaikan 1,1 juta bpd.

Serangan terhadap infrastruktur energi regional dan penutupan efektif Selat Hormuz menyebabkan hilangnya pasokan 10,1 juta bpd pada Maret, yang disebut sebagai gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.

Halaman : 1 2

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |