REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Upaya penataan pasar tradisional terus digencarkan pemerintah di berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan ekonomi rakyat sekaligus peningkatan kenyamanan ruang publik.
Di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menekankan pentingnya kebersihan dan kerapian pasar sebagai wajah pelayanan kepada masyarakat. Ia menginstruksikan Perumda Pasar Jaya untuk memastikan seluruh pasar di ibu kota dikelola lebih baik, terutama dalam hal pengelolaan sampah.
“Saya ingin pasar-pasar ini benar-benar menjadi lebih bersih, lebih rapi, sehingga masyarakat bisa berbelanja dengan nyaman,” ujar Pramono saat meninjau kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat .
Ia secara khusus menyoroti persoalan penumpukan sampah yang sempat terjadi di Pasar Kramat Jati agar tidak terulang. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut harus dilakukan secara cepat dan tuntas.
Seiring dengan itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai melakukan revitalisasi Pasar Gardu Asem serta pembangunan Pasar Kramat Jaya yang ditandai dengan peletakan batu pertama. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pasar yang lebih modern tanpa meninggalkan karakter tradisionalnya.
Pasar Kramat Jaya yang dibangun di atas lahan seluas 2.600 meter persegi diharapkan mampu membuka ruang sosial, ekonomi, dan budaya bagi masyarakat sekitar. Sementara itu, Pasar Gardu Asem ditargetkan rampung dalam 11 bulan, sedangkan Pasar Kramat Jaya diproyeksikan selesai dalam delapan bulan atau pada awal 2027.
Direktur Utama Pasar Jaya Agus Himawan menjelaskan kedua pasar tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, mulai dari mushala, toilet umum dan disabilitas, ruang laktasi, hingga sistem keamanan berbasis CCTV dan panel surya. Selain itu, fasilitas tempat pembuangan sampah sementara juga disiapkan untuk menjaga kebersihan lingkungan pasar.
Tak hanya dari sisi fisik, Pemprov DKI juga mendorong digitalisasi transaksi di pasar tradisional sebagai langkah adaptasi terhadap perkembangan zaman. Pramono berharap pasar-pasar di Jakarta dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menata ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Di daerah lain, penataan pasar juga dilakukan dengan pendekatan berbeda. Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, misalnya, merelokasi puluhan pedagang Pasar Pojok di Kecamatan Ngantru seiring pembangunan gedung Polsek Ngantru di sebagian lahan pasar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tulungagung Fajar Widariyanto menjelaskan bahwa pembangunan hanya memanfaatkan sisi utara pasar, sementara aktivitas perdagangan tetap berjalan di sisi selatan.
sumber : Antara
.png)
2 hours ago
1
















































