REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, mahasiswa dituntut tidak hanya unggul secara akademik, juga memiliki pengalaman nyata di dunia profesional.
Menjawab tuntutan ini, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, menghadirkan inovasi melalui Internship Experience Program (IEP) 3+1 pada Pprodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Ini merupakan konsep pembelajaran yang mengintegrasikan perkuliahan dengan pengalaman kerja langsung di industri. Mengusung tagline Ubah Mimpi Jadi Prestasi, UNM memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan adaptif dan kompetitif.
IEP 3+1 memungkinkan mahasiswa menjalani tiga tahun pembelajaran di kampus, kemudian dilanjutkan satu tahun pengalaman profesional melalui magang, proyek industri, atau kegiatan berbasis praktik lainnya.
Skema ini menjadi solusi strategis untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan kebutuhan nyata di dunia kerja.
Implementasi program ini tecermin dari pengalaman mahasiswa Prodi Manajemen, Gold Friend Teosius Simaremare, yang mengikuti magang melalui Maritim Muda Nusantara di PT Ernawa Teknokultur Biru sebagai Land-Based Mariculture Staff (Intern).
Dalam perannya, ia terlibat langsung dalam operasional budi daya biota laut berbasis teknologi, sekaligus memahami aspek manajemen operasional hingga rantai pasok industri seafood.
“Melalui program ini, saya benar-benar merasakan bagaimana dunia kerja berjalan secara nyata. Tidak hanya belajar teori, saya juga ikut terlibat dalam proses operasional dan bisnis perusahaan. Pengalaman ini sangat membuka wawasan saya,” ungkap Gold Friend.
Ia menambahkan, pengalaman tersebut meningkatkan kepercayaan dirinya dalam menghadapi dunia kerja. “Saya merasa lebih siap karena sudah memiliki gambaran nyata tentang dunia industri dan mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja profesional,” tambahnya.
Ketua Program Studi Manajemen FEB UNM, Instianti Elyana, menegaskan IEP 3+1 merupakan langkah konkret dalam menciptakan lulusan yang siap bersaing di era digital.
“IEP 3+1 kami rancang untuk memastikan mahasiswa tidak hanya kuat dalam teori, juga memiliki pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Ini bentuk komitmen kami sebagai Kampus Digital Bisnis,” katanya, dikutip Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, integrasi pengalaman kerja dengan pembelajaran akademik juga didukung oleh penguatan keterampilan digital yang menjadi kebutuhan utama di berbagai sektor industri saat ini.
Kisah Gold Friend menjadi bukti, mahasiswa UNM mampu memanfaatkan peluang untuk berkembang sejak dini. IEP 3+1 tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengalaman kerja juga membentuk mental profesional, memperluas jaringan, serta membuka peluang karier yang lebih luas.
Dengan pendekatan ini, UNM menegaskan pendidikan tinggi tidak lagi sebatas ruang kelas, tetapi menjadi pengalaman belajar yang aplikatif, relevan, dan berdampak nyata. Bagi generasi muda yang ingin siap kerja bahkan sebelum lulus, inilah saatnya mengambil langkah nyata bersama UNM.
.png)
9 hours ago
4
















































