Tak Bergantung Barat, Ukraina Buat Rudal Sendiri Jangkau 3.000 Km, Bisa Sampai Moskow

5 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ukraina semakin menunjukkan kemampuan membangun industri persenjataan dalam negeri. Meski jadi target serangan Rusia, negara itu tidak hanya mengandalkan rudal dan drone kiriman Barat, tetapi mulai memproduksi sendiri rudal jelajah jarak jauh yang mampu menghantam sasaran strategis jauh di dalam wilayah Rusia, bahkan hingga mendekati Moskow.

Sebagaimana dilaporkan National Security Journal, Ukraina baru-baru ini menggunakan rudal jelajah FP-5 Flamingo untuk menyerang kompleks industri militer Titan-Barrikady di Volgograd. Sasaran tersebut berada sekitar 900 kilometer dari garis depan perang dan merupakan salah satu fasilitas paling penting yang memproduksi peluncur rudal balistik Iskander-M milik Rusia. Gubernur Volgograd, Andrey Bocharov, juga mengakui adanya serangan "target udara berkecepatan tinggi" yang menyebabkan kerusakan pada fasilitas industri di distrik Krasnooktyabrsky, meski Moskow mengklaim sebagian besar serangan berhasil dipatahkan.

Yang membuat serangan ini menonjol bukan hanya targetnya, melainkan senjata yang digunakan. FP-5 Flamingo merupakan rudal jelajah yang dirancang dan diproduksi sendiri oleh perusahaan pertahanan Ukraina, Fire Point. Menurut laporan tersebut, rudal ini memiliki jangkauan hingga 3.000 kilometer dengan kemampuan membawa hulu ledak berbobot sampai 1.100 kilogram. Artinya, Ukraina kini memiliki kemampuan menyerang sasaran strategis jauh di dalam wilayah Rusia tanpa harus bergantung pada rudal buatan Amerika Serikat maupun Eropa.

Presiden Volodymyr Zelensky bahkan menyatakan drone generasi terbaru Fire Point kini mampu menjangkau sasaran hingga sekitar 3.000 kilometer. Sebagaimana dilaporkan Defense News, dalam pidatonya pada Jumat (20/6/2026), Zelensky mengatakan kemampuan serangan jarak jauh Ukraina terus berkembang berkat inovasi para insinyur dalam negeri.

"Drone FP modern yang baru telah diuji. Sekarang mereka dapat mencapai target pada jarak 3.000 kilometer. Saya berterima kasih kepada para insinyur Fire Point," kata Zelensky.

Kemampuan tersebut menandai lompatan besar industri pertahanan Ukraina. Jika pada awal perang Kyiv sangat bergantung pada rudal dan drone kiriman negara-negara Barat, kini Ukraina mulai mampu memproduksi sendiri sistem senjata jarak jauh yang dapat menyerang sasaran strategis di wilayah Rusia tanpa harus menunggu persetujuan Washington maupun sekutu Eropa.

Sebagaimana dilaporkan National Security Journal, kemampuan itu telah diperlihatkan melalui penggunaan rudal jelajah FP-5 Flamingo yang menghantam kompleks industri militer Titan-Barrikady di Volgograd. Fasilitas tersebut merupakan produsen utama peluncur rudal balistik Iskander-M, salah satu senjata yang paling sering digunakan Rusia untuk menyerang kota-kota di Ukraina. Menurut laporan tersebut, FP-5 Flamingo memiliki jangkauan hingga 3.000 kilometer dengan kemampuan membawa hulu ledak berbobot sampai 1.100 kilogram.

Secara geografis, perkembangan ini memiliki arti strategis yang besar. Jarak dari perbatasan Ukraina ke Moskow berkisar sekitar 1.000 kilometer, sehingga rudal maupun drone dengan jangkauan hingga 3.000 kilometer secara teknis mampu menjangkau ibu kota Rusia sekaligus berbagai pangkalan militer, pusat logistik, hingga fasilitas industri pertahanan yang berada jauh di pedalaman negara itu. Artinya, Ukraina kini tidak hanya mampu menyerang sasaran di dekat garis depan, tetapi juga mulai memiliki kemampuan menyerang pusat-pusat strategis Rusia menggunakan persenjataan yang dirancang dan diproduksi oleh industrinya sendiri.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |