Situbondo Siapkan Kader Ahli Falak demi Regenerasi Ilmu Hisab Rukyat

2 weeks ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, bergerak cepat mengatasi kelangkaan tenaga ahli ilmu falak dengan menyiapkan anggaran kuliah gratis bagi pelajar setempat. Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan bahwa saat ini di daerahnya hanya ada satu orang ahli di bidang akademik yang mempelajari benda langit berbasis astronomi dan matematika untuk kebutuhan praktis ibadah umat Islam.

"Kaderisasi studi ilmu falak penting karena di Situbondo hanya ada satu ahli falak, yakni Ketua Tim Badan Hisab dan Rukyat, Ustaz Irpan Hilmi. Bagi pelajar yang ingin kuliah di program studi ilmu falak, pemerintah daerah siap membiayai kuliah, sesuai usulan beliau," ujar Bupati Rio di Situbondo, Rabu.

Tidak hanya memberikan beasiswa, pemerintah daerah juga akan merenovasi bangunan tempat pengamatan hilal di kawasan Pelabuhan Kalbut, Desa Semiring, Kecamatan Mangaran. Renovasi ini diharapkan dapat memaksimalkan kinerja Tim Hisab dan Rukyat dalam mengamati bulan untuk penentuan awal puasa Ramadhan dan Idul Fitri. "Pemerintah daerah akan mengalokasikan anggaran untuk renovasi tempat pengamatan bulan, seperti yang diusulkan Ustaz Irpan Hilmi," kata Rio menambahkan.

Ustaz Irpan Hilmi menyambut baik inisiatif tersebut. Ia mengaku selama ini kesulitan mendapatkan kader pewaris keilmuan falak di Situbondo. "Oleh karena itu kami ucapkan terima kasih kepada Pak Bupati Rio yang siap menganggarkan untuk beasiswa kuliah studi ilmu falak," tuturnya. Ia juga mengapresiasi rencana renovasi tempat pengamatan bulan yang dinilainya akan membuat proses pemantauan lebih maksimal.

Langkah konkret Pemkab Situbondo ini sejalan dengan kekhawatiran dan dorongan dari Kementerian Agama (Kemenag) RI. Kemenag tengah mendorong pengenalan dan penguatan ilmu falak kepada generasi muda di tengah menurunnya minat serta literasi terhadap hisab rukyat. Hal ini dinilai sebagai langkah krusial menjaga kesinambungan keilmuan yang memiliki peran strategis dalam penentuan waktu-waktu ibadah umat Islam.

"Terus terang kita agak sedikit prihatin dengan perkembangan ilmu hisab rukyat yang sekarang ini sudah mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Kalau ditanya generasi muda, 'tahu ilmu falak?' Umumnya menjawab tidak tahu," ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag Arsad Hidayat di Jakarta, Senin.

Arsad menegaskan pentingnya revitalisasi ilmu falak melalui pendekatan yang lebih menarik dan adaptif. Menurutnya, program keumatan harus relevan dengan karakter Generasi Z, Alpha, hingga Beta yang akan menjadi calon pemimpin di masa Indonesia Emas 2045. "Kita formulasi lagi supaya ini menarik anak-anak muda. Jangan sampai ilmu falak hilang," tegasnya.

Ia juga menyoroti minimnya pengajaran ilmu falak di banyak pondok pesantren. Mayoritas pesantren belum menjadikan falak sebagai kurikulum utama, yang berpotensi melemahkan regenerasi ahli falak. Dalam konteks itu, pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Hisab Rukyat dipandang sebagai momentum strategis. Meski bimtek bersifat sebagai pemantik, Arsad menekankan bahwa untuk menjadi ahli diperlukan komitmen belajar mandiri secara berkelanjutan.

Dengan pendekatan yang relevan dan inklusif, Kemenag menargetkan lahirnya generasi baru ahli falak yang mampu menjawab tantangan zaman. Langkah Pemkab Situbondo melalui beasiswa kuliah dan renovasi fasilitas observasi menjadi contoh nyata sinergi pemerintah daerah dalam mendukung target nasional tersebut.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |