Sistem Koperasi Stabilkan Harga Kakao Petani Jembrana, Tembus Pasar Ekspor

51 minutes ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBRANA, – Sistem koperasi yang menaungi ratusan petani kakao di Kabupaten Jembrana, Bali, terbukti mampu menstabilkan harga panen dan memberikan pendampingan komprehensif. Hal ini membuat komoditas pertanian tersebut semakin berdaya saing, bahkan menembus pasar internasional.

Ketut Sudomo, seorang petani kakao di Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, mengungkapkan bahwa stabilitas harga dari koperasi menjadi fondasi penting bagi petani. "Harga yang stabil tidak hanya menambah penghasilan kami, tapi juga bisa menjadi dasar perhitungan kami untuk menanam dan merawat pohon kakao," katanya saat menerima kunjungan awak media yang mengikuti program Accelerating Consumer Transformation (ACT) and Sustainability in Indonesia, Kamis.

Ia menambahkan, pendampingan dari Koperasi Kerta Semaya Samaniya dan Yayasan Kalimajari tidak hanya meningkatkan kualitas biji kakao, tetapi juga volume panen. Dengan lahan seluas tiga hektare, ia mampu menghasilkan lebih dari 1 ton biji kakao kering setiap tahunnya, sebuah capaian yang signifikan untuk menopang perekonomian keluarga.

"Saat harga bagus seperti pada tahun 2024 dan 2025, hasil panen saya cukup besar. Dengan harga yang stabil dari koperasi, otomatis penghasilan saya sebagai petani juga lumayan besar," ujar petani yang kerap menjadi rujukan di Kabupaten Jembrana itu.

Pendampingan Hulu ke Hilir

Direktur Kalimajari, Agung Widiastuti, dan Ketua Koperasi Kerta Semaya Samaniya, I Ketut Wiadnyana, menjelaskan bahwa kunci keberhasilan produksi kakao anggota koperasi terletak pada pendampingan yang utuh dan instan. Pendampingan dilakukan mulai dari pemilihan bibit, proses penanaman, perawatan, hingga panen.

"Bibit kakao yang ditanam kami sesuaikan dengan kondisi tanah yang bisa jadi berbeda-beda. Kami juga mengajari petani melakukan treatment terhadap lahannya, agar sesuai dengan kebutuhan pohon kakao," kata Widiastuti. Untuk memastikan hal tersebut, pihaknya mengambil contoh tanah untuk diuji di laboratorium guna mengetahui detail kandungan tanah dan menentukan treatment yang tepat.

Guna mendapatkan kakao berkualitas yang memenuhi standar internasional, petani binaan menerapkan sistem pertanian organik. "Dari proses yang konsisten, kakao fermentasi Jembrana diakui merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Kami sudah berkali-kali mengekspor komoditas pertanian ini," tegas Wiadnyana.

Proses Fermentasi dan Ekspor

Saat ini, terdapat 750 petani kakao yang bergabung dalam koperasi tersebut, semuanya mendapatkan pendampingan dari petugas koperasi. Berorientasi pada pengolahan kakao fermentasi untuk ekspor, proses pemilahan dilakukan sangat ketat, mulai dari panen hingga pengambilan biji.

"Buah kakao yang tidak sehat atau terkontaminasi hama kami pisahkan dari buah yang sehat. Saat pengambilan biji, juga dicek lagi agar mendapatkan biji kakao yang benar-benar baik," jelasnya. Biji kakao yang telah dipilah kemudian dibawa ke lokasi fermentasi koperasi untuk diproses dan dipasarkan.

Terobosan dan pendampingan yang diakui dunia internasional ini menjadikan Koperasi Kerta Semaya Samaniya dan Yayasan Kalimajari sebagai rujukan utama komoditas kakao di Kabupaten Jembrana. Pola koperasi yang mengawal petani dari hulu sampai hilir ini pun menarik perhatian banyak pihak, termasuk konsorsium yang bergabung dalam program Accelerating Consumer Transformation (ACT) and Sustainability in Indonesia yang didukung oleh Uni Eropa. Melalui program tersebut, mereka mendorong transformasi pola konsumsi konsumen Indonesia agar lebih sadar akan dampak lingkungan, ekonomi, dan sosial.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |