Presiden RI Prabowo Subianto dan Ketua Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghadiri HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026) malam WIB.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat sekaligus ulang tahun ke-77 pendiri dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/9/2026) malam WIB. Dalam pidatonya, Prabowo sempat mengenang kedekatannya dengan Presiden RI ke-6 tersebut semasa di Akademi Militer (Akmil).
"Saya satu angkatan dengan Pak SBY di Akademi Militer. Masuknya satu angkatan, keluarnya angkatan di bawahnya. Memang dari awal sudah kelihatan Bapak SBY memang taruna yang terbaik, tapi Prabowo Subianto taruna yang bisa diperbaiki," kata Prabowo disambut tawa dan tepuk tangan ribuan kader Demokrat.
SBY dan Prabowo sama-sama Akmil werving 1970. SBY kemudian menjadi peraih Adhi Makayasa Akmil 1973. Adapun Prabowo baru lulus Akmil 1974 atau seangkatan dengan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, yang belakangnya menjadi teman baiknya.
Di hadapan kader Demokrat, Prabowo menegaskan, latar belakang militer dirinya dan SBY tidak lantas menjauhkan mereka dari nilai-nilai kerakyatan. Prabowo mengaku, ia dan SBY pernah menjadi prajurit yang dibina sebagai tentara rakyat. Keduanya memegang teguh prinsip bahwa pengabdian militer maupun politik harus selalu berorientasi pada kepentingan rakyat melalui jalur demokrasi.
"Kita dididik dari kecil sebagai tentara rakyat yang berjuang untuk rakyat. Jadi kita justru menghayati bahwa tentara itu adalah milik rakyat. Dan kalau kita ingin terus berbakti mengabdi di bidang politik, kita harus menjalankan politik itu melalui demokrasi," ucap Ketua Umum DPP Partai Gerindra tersebut.
Tidak lupa, Prabowo memuji jejak langkah SBY dalam mendirikan partai politik dan berproses secara demokratis. Dia menyebut, SBY telah memberikan teladan bagaimana seorang mantan prajurit menghadapi dinamika politik, baik saat berada di puncak kekuasaan maupun ketika berada di luar pemerintahan.
"Pak SBY memberi contoh, pensiunan keluarga tentara membuat partai, maju ke hadapan rakyat, mendapat mandat. Demikian juga saya. Kalau mencontek yang baik boleh, saya juga membuat partai, maju ke rakyat minta mandat. Empat kali tidak diberikan mandat, tapi akhirnya dikasih juga," tutur Prabowo.
.png)
11 hours ago
3















































