Perang Tarif Kanada Jadi Bumerang, Republikan Kritik Trump Jelang Pemilu Paruh Waktu

9 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perang dagang Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Kanada mulai menimbulkan persoalan politik bagi Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu November 2026. Pemerintah Trump memberikan pengecualian tarif terhadap sejumlah produk Kanada setelah anggota parlemen Republik memperingatkan bahwa pungutan impor tersebut dapat menaikkan biaya bagi masyarakat dan bisnis di negara bagian yang menjadi medan pertarungan elektoral.

Gedung Putih pada Selasa, 8 September 2026, mengumumkan perubahan terhadap tarif 50 persen atas sejumlah barang Kanada. Beberapa produk seperti semen dan garam jalan dikeluarkan dari daftar tarif, sementara Washington pada saat yang sama memperluas pungutan terhadap produk Kanada lainnya dan bahkan melarang impor sejumlah minuman beralkohol, produk susu serta sepeda motor.

Perubahan tarif akan mulai berlaku pada 15 September 2026, sedangkan larangan impor sejumlah produk Kanada dijadwalkan berlaku mulai 29 September. Pemerintah Trump mengatakan perubahan daftar tersebut dilakukan untuk mengurangi gangguan terhadap rantai pasok Amerika sekaligus mempertahankan tekanan terhadap Kanada.

Namun, pengecualian itu muncul kurang dari dua bulan sebelum pemilu paruh waktu AS pada 3 November. Waktunya membuat persoalan tarif bukan lagi sekadar pertarungan perdagangan Washington-Ottawa, tetapi juga isu politik domestik yang dapat memengaruhi persaingan memperebutkan kendali Kongres.

Kanada Bidik Titik Politik AS

Kanada pada Selasa mulai memberlakukan tarif balasan terhadap barang-barang Amerika setelah perundingan perdagangan kedua negara gagal. Pemerintah Kanada menyebut langkah tersebut sebagai respons dolar untuk dolar terhadap tarif 50 persen yang sebelumnya dikenakan Washington atas sekitar 27,6 miliar dolar Kanada barang impor dari Kanada.

Tarif balasan Ottawa berkisar antara 15 hingga 50 persen dan mencakup berbagai produk, antara lain baja, aluminium, produk susu, peralatan rumah tangga, mesin pertanian, pulp dan kertas serta elektronik. Pemerintah Kanada secara terbuka menyatakan penyusunan daftar tersebut tidak hanya mempertimbangkan dampak ekonomi, tetapi juga tekanan politik terhadap Amerika Serikat.

Menteri Perindustrian Kanada Mélanie Joly sebelumnya mengatakan pemerintah ingin bersikap “bijaksana dan strategis” dalam menentukan produk yang dikenai tarif agar dapat memberikan tekanan politik kepada negara-negara bagian tertentu. Analisis Reuters juga menunjukkan pungutan tersebut memberikan tekanan relatif lebih besar pada wilayah penting secara politik seperti Michigan, Ohio dan Wisconsin.

Strategi tersebut menjadi penting karena enam dari delapan pertarungan Senat yang dinilai paling kompetitif pada 2026 berada di negara bagian yang menjadikan Kanada mitra perdagangan terbesar. Negara bagian itu termasuk Georgia, Iowa, Maine, Michigan, North Carolina dan Ohio.

Dengan struktur perdagangan seperti itu, kebijakan yang dimaksudkan Trump untuk menekan Kanada berisiko menghasilkan efek sebaliknya di dalam negeri. Perusahaan Amerika yang bergantung kepada bahan baku Kanada dan konsumen yang menghadapi harga lebih tinggi dapat menjadi sumber tekanan terhadap kandidat Republik.

Maine Jadi Contoh Paling Nyata

Tekanan tersebut terlihat jelas di Maine, negara bagian yang berbatasan langsung dengan Kanada sepanjang lebih dari 600 mil. Senator Republik Susan Collins berulang kali memperingatkan Gedung Putih bahwa tarif terhadap Kanada dapat menambah biaya bagi keluarga, pemerintah daerah dan perusahaan di negara bagiannya.

Collins secara khusus meminta pemerintah mengecualikan semen dan garam jalan. Maine bergantung pada garam dari Kanada untuk menjaga keselamatan jalan selama musim dingin, sedangkan industri konstruksinya juga menggunakan pasokan semen dari negara tetangga tersebut.

Pemerintah Trump akhirnya mengabulkan dua permintaan itu dan menghapus semen serta garam jalan dari tarif 50 persen. Perubahan tersebut mulai berlaku pada 15 September.

“Saya menghargai pengumuman pemerintah bahwa mereka akan mengecualikan garam jalan dan semen dari tarif AS,” kata Collins dalam pernyataannya, sebagaimana dilaporkan WABI pada Rabu, 9 September 2026. Ia mengatakan telah secara khusus mengangkat dampak kedua produk itu dalam komunikasinya dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |