Perempuan dengan Riwayat Operasi Sesar Masih Bisa Melahirkan Normal

6 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama ini banyak yang meyakini bahwa sekali menjalani operasi sesar, maka persalinan berikutnya harus dilakukan dengan cara yang sama. Itu tidak sepenuhnya benar.

Menurut dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fetomaternal, dr Febriansyah Darus, ibu dengan riwayat sesar masih dapat melahirkan melalui pervaginam. "Saya baru baca laporan bahwa indikasi BPJS tertinggi untuk operasi sesar itu adalah indikasi bekas sesar, jadi karena sebelumnya persalinan sesar. Padahal sebenarnya, bekas sesar itu bisa kok setelahnya lahiran pervaginam, tidak harus sesar lagi," kata dr Febriansyah dalam acara peluncuran Gut and Immunity Council (GIC) di Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026).

Dia mengatakan keputusan persalinan harus kembali melihat penyebab operasi sesar sebelumnya. Jika penyebabnya merupakan kondisi mutlak yang membuat ibu sulit melahirkan normal, maka persalinan berikutnya memang dapat kembali membutuhkan sesar.

Namun, apabila indikasi sebelumnya tidak lagi menjadi hambatan pada kehamilan berikutnya, persalinan pervaginam setelah sesar atau vaginal birth after cesarean (VBAC) dapat dipertimbangkan. "Kalau memang indikasinya karena sesuatu yang mutlak, menyebabkan ibunya sulit lahir normal, maka dia pasti one cesarian, always cesarian," kata dia.

Sebagai contoh, dr Febriansyah menyebut kasus plasenta previa. Kondisi tersebut terjadi ketika plasenta atau ari-ari berada di bagian bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Menurut dia, kondisi tersebut tetap harus dinilai kembali pada kehamilan berikutnya. Dengan demikian, riwayat sesar tidak serta-merta menjadi alasan untuk selalu melakukan operasi.

Dokter Febriansyah juga mengungkap bahwa keinginan untuk melahirkan normal kini juga semakin tinggi, terutama pada pasien dengan kondisi sosial ekonomi yang lebih tinggi. la mengatakan banyak pasien yang sebelumnya menjalani caesar kini aktif menanyakan kemungkinan melahirkan secara pervaginam pada kehamilan berikutnya,

"Pada pasien-pasien yang bekas caesarian, mereka sudah banyak bertanya, 'Dok, bagaimana lahiran pervagina setelah sesar itu bisa tidak?' Itu banyak sekali yang aware," kata dia.

la menjelaskan bahwa prinsip dasar persalinan normal adalah kesesuaian antara janin dan jalan lahir. Karena itu, salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan peluang persalinan normal adalah menjaga agar berat badan janin sesuai dengan kapasitas panggul ibu.

"Kalau jalan lahirnya bagus, penumpangnya oke, pasti bisa lahir normal. Jadi balik lagi, persalinan normal itu adalah kesesuaian antara janin dan jalan lahirnya," kata dia.

Lebih lanjut dr Febriansyah menyoroti angka persalinan melalui operasi sesar di Indonesia yang terus meningkat. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar, angka persalinan sesar pada 2013 berada di sekitar 9,7 persen. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 17,6 persen pada 2018.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |