Karyawan memeriksa uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (24/4/2026). Pada perdagangan Jumat sore, nilai tukar rupiah ditutup menguat pada level Rp17.268 per dolar AS. Pemerintah menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar AS dipicu meningkatnya tekanan global yang turut mengguncang mata uang di kawasan. Meski demikian, pemerintah bersama Bank Indonesia akan terus memantau pergerakan pasar guna menjaga stabilitas rupiah di tengah volatilitas yang masih tinggi.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Komisi XI DPR RI meminta Bank Indonesia segera mengatasi kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menyentuh level 17.614 per dolar AS. Mereka meminta agar Bank Indonesia segera membawa nilai tukar rupiah ke yang semestinya.
"Soal kurs ini memang harus kita tekankan penuh kepada Bank Indonesia supaya melakukan upaya yang sungguh-sungguh, upaya yang serius supaya rupiah kita dikembalikan ke nilai yang sebenarnya," ucap Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun di sela-sela acara rapimnas dan rakernas Soksi di Hotel Indigo, Bandung, Jumat (15/6/2026).
Ia menuturkan Gubernur Bank Indonesia menyampaikan rupiah masih dalam tahap di bawah nilai wajar atau undervalued. Misbakhun meminta agar Bank Indonesia segera mengatasi itu sebab bisa memberikan tekanan kepada inflasi barang impor.
"Yang disebut undervalued itu nilainya pastinya di mana? Jadi ini menjadi tugas dari Bank Indonesia. Karena kalau tidak, akan memberikan tekanan kepada inflasi terhadap barang-barang harga impor karena tekanan dari selisih harga karena kursnya telah melewati harga yang asumsi," kata dia.
Ia melanjutkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan harga BBM tidak akan dinaikkan khususnya BBM subsidi apabila harga minyak dunia rata-rata 100 dolar per barel. Misbakhun mengatakan pemerintah pusat memastikan tidak akan ada kenaikan hingga akhir tahun.
"Rata-rata hari ini masih belum melewati 100 (dolar) walaupun harga minyak di pasaran melewati 100, tetapi kita pernah menghadapi situasi periode minyak di bawah 70 dolar kan. Jadi masih dalam kategori yang sangat aman untuk pemerintah tetap memberikan subsidi," kata dia.
Ia menambahkan SOKSI akan terus memberikan dukungan kepada pemerintah pusat Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. "SOKSI harus bisa menjadi bagian yang berkontribusi memberikan dukungan itu," kata dia.
.png)
5 hours ago
2
















































