Ketua PWNU DKI, KH Dr Samsul Maarif.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta mengusulkan agar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) digelar di Jakarta.
Usulan tersebut disampaikan menyusul belum ditetapkannya lokasi dan waktu resmi pelaksanaan forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DKI Jakarta, KH Samsul Ma’arif, mengatakan saat ini panitia untuk Munas-Konbes dan Muktamar sudah mulai dibentuk oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
“Yang saya tahu panitia sudah turun. Nanti saya bagilah panitia Munas-Konbes. Karena sebelum muktamar itu harus Munas-Konbes, tetapi kayaknya menjadi kesepakatan panitia Munas-Konbes itu nanti juga akan jadi panitia muktamar juga,” ujar Kiai Samsul kepada Republika.co.id, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, hingga kini waktu dan tempat pelaksanaan Muktamar ke-35 NU masih belum diputuskan. Namun, PWNU DKI Jakarta telah mengirimkan surat permohonan agar Jakarta menjadi tuan rumah.
“Kalau tempatnya dan waktunya belum ditentukan. Tetapi PWNU DKI Jakarta sudah mengajukan surat permohonan agar Muktamar itu di Jakarta karena waktunya mepet. Jakarta lah menurut saya secara akomodasi maupun transportasi lebih memudahkan untuk semua,” ucapnya.
Menurut dia, faktor aksesibilitas menjadi pertimbangan penting mengingat peserta Muktamar akan datang dari seluruh wilayah Indonesia.
Ia juga menyinggung kemungkinan lokasi kegiatan berada di kawasan pondok pesantren besar di Jakarta.
Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menegaskan bahwa keputusan terkait tempat dan waktu Muktamar sepenuhnya berada di tangan PBNU.
“Kalau tempat dan waktu itu kita serahkan sepenuhnya kepada PBNU baik melalui rapat harian atau pleno. Yang penting waktunya sudah kita frame, kalau kita minta 1-5 Agustus,” kata Gus Rozin dihubungi terpisah.
.png)
4 hours ago
3















































