Promo Belanja Friday Mubarak Digelar hingga Maret 2026, Kemendag Bidik Transaksi Rp 119 Triliun

2 weeks ago 1

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan transaksi Rp 119 triliun dalam program promosi belanja Friday Mubarak guna mendorong perputaran ekonomi nasional selama Ramadhan dan Idulfitri 1447 H/2026. Program ini menjadi bagian dari penguatan pasar dalam negeri sekaligus upaya menjaga momentum konsumsi pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Kemendag bersinergi dengan pelaku usaha ritel modern dan pengelola pasar rakyat untuk menyukseskan program tersebut. “Kemendag mendukung pelaksanaan program promosi belanja Friday Mubarak yang digagas pelaku usaha untuk menyambut Ramadhan dan Lebaran 2026. Berbagai promosi yang ditawarkan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta memperkuat peran UMKM dan ritel modern,” kata Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Roro Esti Widya Putri di Jakarta, dikutip Rabu (18/2/2026).

Program Friday Mubarak berlangsung pada 11 Februari hingga 31 Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan sekitar 200 jenama ritel, 11 juta pedagang pasar, 414 pusat perbelanjaan, serta 13.450 pasar rakyat di seluruh Indonesia. Skala partisipasi tersebut mencerminkan kolaborasi dua pilar utama distribusi dan konsumsi nasional, yakni ritel modern dan pasar rakyat. Integrasi ini diharapkan memperluas akses pemasaran produk UMKM dan produk dalam negeri.

Roro menjelaskan, penguatan pasar domestik menjadi fondasi peningkatan daya saing produk nasional menuju pasar global. Kolaborasi antarpelaku usaha diproyeksikan memperkuat rantai pasok ritel nasional sekaligus menjaga ketersediaan barang kebutuhan masyarakat selama Ramadhan.

“Program Friday Mubarak sejalan dengan fokus Kemendag dalam pengamanan pasar dalam negeri. Diskon hingga 50 persen, cashback, diskon anggota, dan beli satu gratis satu menjadi instrumen untuk meningkatkan daya beli serta menjaga kelancaran distribusi barang,” ujar Wamendag.

Momentum Ramadhan dan Idulfitri secara historis diiringi lonjakan konsumsi rumah tangga. Pemerintah memanfaatkan periode tersebut untuk mengoptimalkan perputaran ekonomi sekaligus menjaga stabilitas harga dan pasokan.

Target transaksi Rp 119 triliun mencerminkan optimisme pemerintah dan pelaku usaha terhadap prospek konsumsi domestik. Angka ini diharapkan memberi dampak langsung terhadap sektor perdagangan, UMKM, serta distribusi nasional.

“Kami berharap pelaksanaannya berjalan transparan, memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan konsumen, serta memperkuat kemitraan usaha dan partisipasi UMKM dalam rantai pasok ritel nasional,” kata Roro.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |