PGN Konversi 75 Kendaraan ke BBG, Pengemudi Berpotensi Hemat Rp 990 Juta per Tahun

4 hours ago 1

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (Persero) Tbk atau PGN, Subholding Gas Pertamina, terus mendorong pengembangan ekosistem kendaraan berbahan bakar gas (BBG) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Bantuan Konversi BBG Kendaraan Tahun 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (Persero) Tbk atau PGN, Subholding Gas Pertamina, terus mendorong pengembangan ekosistem kendaraan berbahan bakar gas (BBG) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Bantuan Konversi BBG Kendaraan Tahun 2026. Didukung PGN Gagas dan Komunitas Mobil Gas (Komogas), program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan City Gas Tour yang akan digelar Jumat (4/9/2026).

Melalui program tersebut, PGN memberikan kesempatan bagi pengemudi taksi daring untuk mengonversi kendaraan dari bahan bakar konvensional menjadi BBG melalui pemasangan kit BBG secara gratis. Inisiatif ini diharapkan menjadi alternatif energi yang lebih efisien sekaligus membantu pengemudi menekan biaya operasional kendaraan.

Program konversi ini juga menjadi bagian dari komitmen PGN memperluas pemanfaatan gas bumi di sektor transportasi. Penggunaan BBG turut menjadi pilihan energi yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan dukungan PGN terhadap target Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2060.

“PGN terus mendorong pemanfaatan gas bumi di berbagai sektor, termasuk transportasi. Melalui program konversi BBG ini, kami ingin membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal dan memanfaatkan gas bumi sebagai alternatif energi yang efisien dan lebih ramah lingkungan,” ujar Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman dalam keterangan, Jumat (4/9/2026).

Selama periode Agustus–September 2026, sebanyak 75 kendaraan ditargetkan mengikuti program konversi. Fajriyah berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi penerima sekaligus mendorong pemanfaatan BBG yang lebih luas.

“Ke depan, kami berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat gas bumi sebagai energi alternatif. Sinergi bersama berbagai pihak, termasuk komunitas, penting untuk membangun ekosistem yang kuat dan mendorong pemanfaatan BBG secara lebih luas,” kata Fajriyah.

Program Bantuan Konversi BBG Kendaraan Tahun 2026 juga diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi bagi para penerima bantuan. Dengan asumsi 75 kendaraan penerima mengonsumsi rata-rata 8 liter setara bensin (LSP) BBG per hari setiap bulan, total pemanfaatan BBG diperkirakan mencapai sekitar 15.000 LSP per bulan atau 180.000 LSP dalam setahun.

Dengan harga BBG nonsubsidi sebesar Rp 4.500 per liter, kebutuhan bahan bakar tersebut menelan biaya sekitar Rp 810 juta per tahun. Sementara itu, apabila volume penggunaan yang sama menggunakan BBM subsidi dengan asumsi harga Rp 10.000 per liter, biaya bahan bakar dapat mencapai sekitar Rp 1,8 miliar per tahun.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |