REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu pendiri band Pink Floyd, Roger Waters, resmi bergabung sebagai produser eksekutif untuk film dokumenter Palestina Freedom Theatre. Film ini mengikuti kisah Ahmed Tobasi, seorang mantan pejuang yang beralih menjadi seniman, yang berupaya mempertahankan sebuah teater agar tetap beroperasi di tengah kamp pengungsian Jenin, Palestina.
Disutradarai oleh Rishi Pelham, dokumenter tersebut membutuhkan waktu lima tahun untuk proses pengambilan gambar. Freedom Theater juga dipersiapkan untuk diputar di berbagai festival film dan dijadwalkan menuju Venesia bulan ini untuk mencari calon mitra distribusi.
Sutradara Rishi Pelham mengatakan proyek ini lahir setelah ia berkunjung ke kamp Jenin dan melihat langsung teater di sana. Setelah berkeliling ia merasa ada kisah menyentuh yang harus diceritakan.
"Saya tidak berencana untuk membuat film ini. Tapi setelah kembali ke Jenin, ke teater itu, ke kamp tersebut, dan seiring berjalannya waktu, saya merasa kisah ini penting untuk diceritakan," kata Pelham dilansir laman NME, Kamis (3/9/2026).
Menurut dia, salah satu hal yang membuatnya tertarik adalah pertentangan antara dua dunia yang berdampingan. Di satu sisi terdapat ruang latihan teater berbentuk black box yang tertutup dan terkendali. Di sisi lain, terdapat kamp di luar teater yang hidup dan penuh gejolak.
"Perlahan-lahan, kedua ruang ini mulai saling menyatu. Hal ini yang menarik buat saya," ujar Pelham.
Roger Waters telah lama menyuarakan dukungan untuk Palestina. Pada Juli 2026, Waters pernah menyatakan dukungannya terhadap Palestine Action setelah organisasi tersebut dilarang dan ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Inggris berdasarkan Undang-Undang Terorisme tahun 2000 (Terrorism Act 2000)
Waters juga sempat mengkritik Thom Yorke dan Jonny Greenwood dari Radiohead. Kepada keduanya, ia mengatakan bahwa apa yang terjadi di Gaza bukan semata konflik, melainkan genosida.
"Tidak ada alasan yang bisa membenarkan sikap Israel. Ini bukan konflik. Ini adalah genosida, Thom dan Jonny," kata Waters.
Pada Juni 2026, Waters juga berkolaborasi dengan penyanyi Palestina-Amerika Mona Miari untuk mengaransemen ulang lagu legendaris Pink Floyd "Comfortably Numb". Project ini didedikasikan sebagai bentuk penghormatan kepada rakyat Palestina dan perjuangan mereka untuk meraih kemerdekaan.
.png)
3 hours ago
1
















































