Gubernur NTT Lepas Kafilah MTQ Nasional 2026, Pesan Al-Qur’an Jadi Pedoman Hidup

5 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG, – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena secara resmi melepas Kafilah NTT untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Nasional 2026. Ajang nasional ini akan berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, pada 11–20 September 2026.

Dalam sambutannya, Melki berpesan agar para peserta tidak hanya menjadikan Al-Qur’an sebagai hafalan dan lantunan semata. Ia menekankan pentingnya menghidupkan nilai-nilai kitab suci tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“MTQ bukan sekadar sebuah perlombaan untuk meraih juara. MTQ merupakan momentum untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an, meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta membangun generasi yang beriman, berakhlak mulia, berilmu, dan memiliki integritas,” katanya di Kupang, Kamis.

Menurut Melki, pembangunan manusia di NTT tidak cukup hanya dengan meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, dan keterampilan. Pembentukan karakter, kejernihan hati, spiritualitas, dan keluhuran budi menjadi elemen yang tidak kalah penting.

Generasi Qur’ani dan Tantangan Zaman

Gubernur berharap pembinaan generasi Qur’ani di NTT tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menghafal. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus tercermin dalam karakter dan perilaku masyarakat.

“Kita tidak cukup hanya melahirkan generasi yang fasih membaca Al-Qur’an, tetapi kita membutuhkan generasi yang mampu menghadirkan ruh Al-Qur’an di tengah kehidupan,” ujarnya.

Melki menyoroti derasnya arus informasi di era modern. Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an harus menjadi pedoman bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan zaman.

“Di tengah derasnya arus zaman, Al-Qur’an tentu akan menjadi kompas yang menuntun arah, cahaya yang menerangi langkah, dan jangkar yang menjaga hati agar tidak kehilangan pijakan,” katanya.

Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara iman dan ilmu, kecerdasan dan akhlak, serta kemajuan dan nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, generasi ideal adalah mereka yang mampu memadukan iman dengan ilmu, kecerdasan dengan akhlak, keberanian dengan kerendahan hati, serta kemajuan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Pesan Khusus untuk Peserta dan Kepedulian Sosial

Kepada peserta MTQ, Melki berpesan agar setiap lantunan ayat Al-Qur’an tidak hanya dinilai dari keindahan suara. Lebih dari itu, lantunan tersebut harus mampu menghadirkan penghayatan dan menyentuh hati para pendengarnya.

“Jadikanlah setiap lantunan sebagai jalan untuk mengetuk pintu hati; setiap ayat yang dibaca bukan sekadar terdengar indah di telinga, tetapi juga mampu menyentuh dan menggerakkan hati siapa pun yang mendengarkannya,” pesan Melki.

Ia mengakui bahwa prestasi tetap menjadi harapan dalam setiap kompetisi. Namun, kemenangan yang paling bermakna adalah ketika Al-Qur’an mampu membawa perubahan dalam kehidupan manusia.

“Kemenangan yang kita harapkan bukan hanya ketika nama Kafilah Nusa Tenggara Timur disebut sebagai juara, tetapi juga ketika lantunan ayat-ayat Al-Qur’an mampu membuat hati yang keras menjadi lembut, hati yang gelisah menjadi tenang, hati yang jauh menjadi kembali mendekat kepada Allah, dan hati yang lalai kembali mengingat-Nya,” katanya.

Melki juga mengaitkan momentum MTQ dengan kondisi masyarakat Flores yang sedang menghadapi bencana gempa bumi. Ia mengajak seluruh peserta dan undangan untuk mendoakan masyarakat terdampak gempa serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai dasar untuk memperkuat kepedulian, kasih sayang, dan persaudaraan.

“Di saat sebagian saudara kita sedang berduka, maka kebahagiaan dan semangat yang kita rasakan hari ini hendaknya juga kita iringi dengan doa dan kepedulian,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Melki berpesan agar Kafilah NTT menjaga nama baik daerah selama berada di Semarang. Ia meminta mereka untuk menjunjung sportivitas, disiplin, percaya diri, dan menghormati peserta dari daerah lain.

“Bawalah nama Nusa Tenggara Timur dengan kehormatan. Bawalah doa dan harapan seluruh masyarakat NTT. Yang terpenting, bawalah Al-Qur’an tidak hanya dalam hafalan dan lantunan suara, tetapi juga dalam hati, akhlak, dan setiap tindakan,” katanya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |