REPUBLIKA.CO.ID, MERANGIN, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin, Jambi, membangun kolaborasi dengan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) serta koordinator wilayah Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mengantisipasi fenomena geng motor. Langkah ini melibatkan kepala sekolah dan siswa sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi masuknya kelompok tersebut ke wilayah Merangin.
Bupati Merangin Muhammad Syukur di Bangko, Rabu, menyambut baik komitmen bersama ini. Ia mendukung penuh inisiasi Polres Merangin dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya.
"Alhamdulillah, di Merangin tidak ada geng motor. Merangin adalah kabupaten tua yang masih menjunjung tinggi adat istiadat dan warganya terkenal ramah. Kalau ada tamu, pasti dijamu makan," ungkap Bupati Syukur.
Merangin Kondusif dengan Puluhan Pondok Pesantren
Menurut Syukur, Merangin merupakan wilayah dengan tingkat keamanan yang cukup baik. Kondisi ini didukung oleh keberadaan puluhan pondok pesantren yang menjadikan Merangin sebagai kabupaten dengan jumlah pondok pesantren terbanyak di Provinsi Jambi.
Meski ditopang dengan keberadaan pondok pesantren, ia tetap mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk peduli terhadap masa depan generasi muda. Bupati meyakini bahwa aksi kekerasan yang biasa dilakukan geng motor bukanlah karakter asli masyarakat setempat.
"Saya yakin, yang melakukan kekejian seperti itu geng motor bukan karakter orang Merangin. Kalau pun ada, kejadiannya pasti itu di bawah pengaruh alkohol atau zat terlarang lainnya. Ini yang harus kita antisipasi bersama," tegasnya.
Perbedaan Komunitas Motor dan Geng Motor
Sementara itu, Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Efendi menegaskan bahwa situasi di Kabupaten Merangin sejauh ini masih kondusif. Ia menjelaskan perbedaan mendasar antara komunitas motor dengan geng motor yang meresahkan.
"Di Merangin tidak ada geng motor, yang ada adalah komunitas motor. Bedanya jelas, geng motor itu identik dengan kekerasan, tindakan anarkis, dan perbuatan yang merugikan masyarakat serta mengarah ke tindak kriminal," kata Kapolres.
Meski wilayah Merangin saat ini bersih dari aktivitas geng motor, Kapolres mengingatkan pentingnya deteksi dini. Pengawasan dilakukan kepada komunitas motor yang ada di Merangin agar tidak terjadi penyimpangan yang mengarah kepada tindakan kriminal seperti kelompok geng motor yang akhir-akhir ini marak terjadi di sejumlah wilayah di Jambi.
Sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga ketentraman daerah, acara diakhiri dengan penandatanganan pakta integritas menolak segala aktivitas geng motor di Kabupaten Merangin. Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Merangin, unsur Forkopimda, MUI, Kepala Dinas Pendidikan, koordinator wilayah BIN, serta perwakilan kepala sekolah yang hadir.
Melalui komitmen bersama ini, seluruh pihak sepakat untuk bersinergi mengawasi dan membimbing para remaja agar terhindar dari pergaulan negatif di jalanan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
2 hours ago
3

















































