REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN, – Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, telah memastikan bahwa sekitar 6.700 pekerja rentan di daerah tersebut kini terlindungi oleh program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Hal ini diwujudkan dalam acara peringatan Hari Buruh yang berlangsung pada Minggu di Kuningan.
Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, mengungkapkan bahwa kehadiran program JKK dan JKM merupakan bukti nyata peran pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada para pekerja. Program ini menyasar petani tembakau, petani cengkeh, dan pekerja rentan lainnya untuk memperluas cakupan perlindungan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Kuningan.
"Kami telah menyerahkan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan pada peringatan Hari Buruh yang dilaksanakan hari ini di Kuningan," ujar Tuti.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui berbagai program perlindungan sosial, terutama bagi sektor informal yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan.
Pemerintah daerah juga mengapresiasi kontribusi seluruh pekerja dan buruh di Kabupaten Kuningan yang telah mendukung pembangunan daerah. Selain itu, mereka telah melepas 50 peserta program pemagangan ke Jepang, hasil kolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), kementerian terkait, Bursa Kerja Khusus (BKK), dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
"Para peserta harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, meningkatkan kompetensi, dan menjadi generasi pekerja yang profesional," tambahnya.
Dengan proyeksi kebutuhan sekitar 30 ribu tenaga kerja seiring rencana berdirinya sedikitnya lima pabrik besar, pemerintah daerah meminta masyarakat berhati-hati terhadap penyaluran tenaga kerja ilegal ke luar negeri dan selalu berkoordinasi dengan dinas terkait.
Sementara itu, Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Kuningan, Krisyudi, menjelaskan bahwa pelaksanaan Hari Buruh tahun ini merupakan hasil kolaborasi dari perusahaan hingga serikat pekerja, dengan partisipasi lebih dari 3.000 orang. "Sumber anggaran kegiatan nol rupiah, seluruhnya didukung melalui partisipasi perusahaan dan berbagai pihak," ujarnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
3 days ago
19















































