Aplikasi Friendster. Setelah lebih dari satu dekade setelah menghilang, situs jejaring sosial Friendster kembali hadir misi berbeda.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah lebih dari satu dekade setelah menghilang, situs jejaring sosial Friendster kembali hadir misi berbeda. Platform media sosial yang pernah populer pada awal 2000-an itu resmi diluncurkan kembali sebagai aplikasi mobile pada April 2026 dengan fokus membangun koneksi nyata pengguna.
Friendster versi terbaru tetap mempertahankan elemen dasar media sosial seperti profil pengguna, foto dan minat. Namun, platform tersebut mengusung konsep yang berbeda dari media sosial modern karena menjanjikan pengalaman tanpa iklan, tanpa algoritma, tanpa spam dan tidak membagikan data pengguna.
Pemilik baru Friendster sekaligus pengusaha teknologi, Mike Carson, mengatakan Friendster 2.0 dirancang untuk membantu orang tetap terhubung dengan teman-teman mereka di kehidupan nyata. Namun hingga saat ini, aplikasi Friendster baru tersedia secara gratis di perangkat iOS.
Bagaimana cara pengguna terhubung di Friendster? Untuk menambahkan teman, pengguna harus membuka aplikasi lalu menempelkan ponsel mereka satu sama lain. Pengguna juga bisa saling terhubung selama berada dalam jarak dekat dengan aplikasi terbuka di ponsel masing-masing.
Friendster versi baru juga tidak memiliki akses terhadap data maupun konten dari versi lamanya. Oleh karena itu, pengguna Friendster generasi sebelumnya tidak dapat mengakses kembali akun lama mereka.
Dalam sebuah postingan blog, Carson mengatakan bahwa ia membeli domain dan merek dagang Friendster yang telah kedaluwarsa pada periode 2023 hingga 2025. Setelah itu, ia membangun ulang platform tersebut sebagai jejaring sosial yang mendorong interaksi tatap muka.
"Gagasan bahwa satu-satunya cara untuk terhubung sebagai teman di Friendster adalah dengan menempelkan ponsel rasanya menyenangkan, karena akan mendorong orang untuk bertemu langsung. Ini juga akan memverifikasi bahwa Anda terhubung dengan orang-orang sungguhan, dan orang-orang yang benar-benar ingin dihubungi," kata Carson dilansir laman Straits Time, Jumat (8/5/2026).
Fitur lain juga sedang dikembangkan, termasuk kemampuan untuk melihat teman dari teman dan meminta izin mengirim pesan kepada mereka. "Harapannya, Friendster digunakan oleh mereka sebagai alasan untuk benar-benar bertemu," kata Carson.
.png)
3 hours ago
2
















































