Mendes PDT: 20 Persen Keuntungan Koperasi Merah Putih Jadi PADes

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengumumkan bahwa 20 persen keuntungan dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan dialokasikan sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes). Kebijakan ini disampaikan usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Rabu (15/7) malam, sebagai langkah memperkuat perekonomian desa.

Yandri menjelaskan, pembentukan KDKMP diarahkan untuk memperkuat perekonomian desa sehingga keberhasilan program tersebut akan memberikan manfaat langsung bagi pemerintah desa melalui pembagian hasil usaha. Dana Desa yang digunakan dalam program ini diharapkan dapat dimaksimalkan sesuai potensi masing-masing desa.

"Nanti kalau sudah jalan, kami pasti akan maksimalkan fungsinya melalui potensi desa masing-masing. Apalagi yang dipakai kan Dana Desa, dan apalagi nanti dari keuntungan itu, ada 20 persen dari Kopdes itu akan menjadi Pendapatan Asli Desa," kata Yandri dalam jumpa pers.

Manfaat Langsung untuk Pemerintah Desa

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas yang membahas dua agenda utama, yaitu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Rapat berlangsung sekitar empat jam dan dihadiri sejumlah menteri, pimpinan lembaga, Panglima TNI, serta direktur utama BUMN.

Yandri menegaskan, pemerintah desa memiliki kepentingan besar untuk memastikan keberhasilan KDKMP. "Jadi, pemerintah desa dengan segala unsurnya punya kepentingan Kopdes ini berhasil dan sukses, karena ada efek positifnya kepada desa, termasuk sisa alokasi keuntungan yang 80 persen akan kembali ke rakyat di desa itu," ujarnya.

Optimalisasi Potensi 75.266 Desa

Ke depan, potensi tiap desa akan dimaksimalkan melalui KDKMP. Saat ini terdapat 75.266 desa di Indonesia dengan berbagai potensi unggulan. Yandri menyebut, setiap Koperasi Desa akan bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk memastikan produk desa sesuai potensinya dan memberikan manfaat bagi penduduk.

"Para petani sesuai dengan potensi desa masing-masing, karena jumlah desa banyak sekali 75.266 dengan berbagai potensi yang ada, tentu nanti masing-masing Kopdes akan bekerja sama dengan BUMDes memastikan semua produk desa itu sesuai dengan potensinya," kata Yandri.

Kementerian Desa juga telah mengembangkan desa-desa tematik dengan keunggulan di sektor tertentu, seperti produksi jagung, padi, ikan nila, ikan lele, dan cokelat. "Nah ini nanti tetap Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi offtaker-nya bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa," tutup Mendes PDT.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |