Muhammad Wadud menjadi salah satu penghuni ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai asal Bangladesh pada Jumat (18/9/2026). Wadud bersama tujuh warga negara Bangladesh mengaku menjadi korban penipuan agen yang menjanjikannya pekerjaan di Australia.
REPUBLIKA.CO.ID, Tatapan Muhammad Wadud seolah kosong. Keringatnya mengucur setelah menyapu lantai. Saat diajak bicara, Wadud kesulitan merespons. Wadud ternyata tak bisa berbahasa Indonesia. Wadud hanya bisa berkomunikasi lewat bahasa Melayu yang dipahaminya sedikit-sedikit.
Wadud merupakan salah satu penghuni ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai asal Bangladesh. Pria berusia 38 tahun itu mengaku menjadi korban penipuan agen yang menjanjikannya pekerjaan di Australia.
Awalnya, Wadud mendapat informasi kesempatan bekerja di Australia lewat internet. Kemudian, Wadud mengontak agen penyedia kerja itu lewat telepon. Wadud lantas termakan iming-iming kerja di negeri Kangguru.
"Kena scam, human trafficking. Mau kerja ke Australia lewat agen. Agen cakap mau ke Australia, ditipu agen,” kata Wadud saat ditemui di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai, Provinsi Riau pada Jumat (18/9/2026).
Wadud sebenarnya sudah membayar sekitar 3.500 ringgit malaysia kepada agen itu. Tapi, bukannya kerja di Australia, Wadud malah berakhir di balik dinginnya jeruji penjara ruang detensi Imigrasi Dumai. Wadud sendiri tak pernah bertemu langsung dengan sang agen.
“Dapat informasi dari internet, agen itu telepon-telepon dijanjikan untuk bekerja,” tuturnya.
Wadud sudah berada di ruang Detensi Imigrasi sepanjang 19 hari. Wadud kini hanya berharap bisa kembali ke kampung halamannya di Bangladesh dalam waktu dekat.
“Harapannya pergi kembali (pulang) ke kampung,” ucap Wadud.
Wadud merupakan contoh Warga negara asing (WNA) yang coba menerobos Indonesia lewat jalur ilegal di kawasan pesisir Kota Dumai, Provinsi Riau. Wadud bersama tujuh WNA Bangladesh sekitar dua pekan lalu berangkat dari Malaysia dan masuk ke wilayah RI melalui jalur pesisir di kawasan Purnama, Dumai Barat tanpa menjalani pemeriksaan keimigrasian.
Jalur yang disebut Jalur tikus itu menjadi perhatian petugas Imigrasi guna menghalau kejahatan keimigrasian. Apalagi Dumai dengan wilayah perairan luas membuat pengawasan mesti ditingkatkan.
.png)
7 hours ago
6
















































