Kondisi gedung perumahan yang roboh di Kota Gaza, Rabu (16/9/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA --Kantor Media Pemerintah Gaza mengumumkan rencana darurat untuk mengevakuasi dan merobohkan sekitar 255 bangunan yang secara struktural tidak aman. Selain itu, bangunan ini dinilai mengancam keselamatan warga serta keluarga-keluarga yang mengungsi.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Gaza mengoordinasikan upaya tersebut bersama sejumlah lembaga pemerintah dan organisasi internasional. Para pejabat berupaya mengeluarkan pemberitahuan evakuasi, menandai lokasi-lokasi berbahaya, serta menyiapkan tempat penampungan sementara di tengah keterbatasan parah dalam pendanaan, alat berat, dan lahan yang aman.
Tim pemerintah tengah melakukan survei terhadap bangunan-bangunan tersebut dan mengidentifikasi keluarga yang berada dalam risiko. Namun, para pejabat mengatakan sebagian penghuni dan pengelola bangunan menolak evakuasi atau membatasi akses ke lokasi.
Sebuah komite dari Mesir telah menawarkan bantuan transportasi untuk memindahkan keluarga pengungsi ke tempat penampungan yang telah ditentukan. Otoritas juga menyerukan kerja sama masyarakat guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa.
Serangan tersebut merupakan bagian dari pelanggaran Israel yang terus berlangsung di seluruh Jalur Gaza meskipun telah ada “gencatan senjata”.
Sengketa pelaksanaan tahap kedua gencatan senjata
Eskalasi tersebut terjadi di tengah perselisihan yang masih berlangsung mengenai pelaksanaan tahap kedua gencatan senjata, meskipun telah tercapai sejumlah kesepahaman pada Juli 2026.
Pada 31 Juli 2026, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa telah tercapai “kesepakatan baru” untuk memulai tahap kedua peta jalan Gaza. Namun, serangan Israel dan pelanggaran gencatan senjata tetap berlanjut di berbagai wilayah Gaza.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, serangan Israel telah menewaskan 1.393 warga Palestina dan melukai 4.822 lainnya sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober 2025. Kementerian tersebut menambahkan bahwa tim penyelamat telah mengevakuasi 831 jenazah dari bawah reruntuhan selama periode yang sama.
Kementerian Kesehatan Palestina juga menyatakan bahwa serangan Israel telah menewaskan 73.910 warga Palestina dan melukai 174.935 lainnya di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023Data tersebut diterbitkan pada 20 September 2026.
Sumber:
.png)
5 hours ago
4
















































