Kritik Greta Thunberg untuk Ed Sheeran

4 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktivis Greta Thunberg ikut menanggapi polemik yang melibatkan rapper Macklemore dan penyanyi Ed Sheeran setelah Macklemore dikeluarkan dari rangkaian tur Loop. Greta menyampaikan kritik terhadap Ed Sheeran setelah dia bertanggung jawab atas keluarnya Macklemore dari sejumlah jadwal konser.

Greta, 22 tahun, menyampaikan pernyataannya melalui unggahan bersama Humaniti Project. Dalam pernyataan tersebut, ia mengkritik sikap Sheeran yang menyatakan keprihatinannya terhadap konflik Israel-Palestina dan penderitaan yang dialami kedua pihak.

"Kita sedang menyaksikan salah satu artis terbesar di dunia dibatalkan karena mencoba menempatkan kedua pihak secara seimbang dalam konflik Israel dan Palestina," demikian isi pernyataan tersebut, dikutip dari Just Jared, Rabu (16/9/2026).

Pernyataan itu kemudian menyoroti kondisi rakyat Palestina dan menyerukan agar masyarakat meningkatkan dukungan terhadap gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS). "Ed, hanya ada satu korban di sini: rakyat Palestina," demikian pernyataan tersebut.

Greta juga menyebut keputusan sejumlah penampil pendukung untuk meninggalkan tur sebagai bentuk pilihan berdasarkan keyakinan mereka. Ia merujuk pada Finneas, Aaron Rowe, Lukas Graham, dan grup musik Irlandia Beoga yang sebelumnya mengumumkan pengunduran diri dari rangkaian tur Sheeran.

Pernyataan tersebut ditutup dengan seruan "Free Palestine" serta klaim bahwa Israel melakukan genosida. Klaim mengenai genosida tersebut merupakan bagian dari perdebatan dan proses hukum internasional yang masih berlangsung.

Kontroversi bermula setelah rapper Macklemore menyampaikan dukungan kepada Palestina dalam penampilannya di MetLife Stadium pada awal September. Ia menyatakan solidaritas kepada masyarakat Gaza dan Tepi Barat yang diduduki serta menyerukan "Free Palestine".

Setelah itu, sejumlah pihak menentang keterlibatan Macklemore dalam sisa rangkaian tur. Salah satunya pemilik Gillette Stadium, Robert Kraft, yang mengatakan venue tersebut tidak mengizinkan Macklemore tampil berdasarkan tindakannya baru-baru ini serta apa yang ia sebut sebagai riwayat retorika dan penggunaan simbol antisemit.

Macklemore kemudian dikeluarkan dari sejumlah jadwal tersisa di Amerika Serikat. Ed Sheeran sebelumnya membantah bahwa keputusan tersebut merupakan keputusannya. Ia mengatakan keputusan mengeluarkan Macklemore dibuat oleh promotor tur, Messina Touring Group.

Ed Sheeran juga mengatakan dia menghabiskan waktu selama sepekan untuk mencoba mencari penyelesaian atas persoalan tersebut. Ia mengaku prihatin terhadap konflik Israel-Palestina dan penderitaan yang dialami masyarakat di kedua pihak.

Setelah Macklemore dikeluarkan, seluruh empat penampil pendukung yang dijadwalkan tampil dalam rangkaian tur berikutnya, yaitu Finneas, Aaron Rowe, Lukas Graham, dan Beoga mengumumkan pengunduran diri mereka.

Finneas mengatakan seniman tidak seharusnya dibungkam ketika menyuarakan dukungan kepada kelompok yang tertindas. Sementara itu, para penampil lainnya juga menyampaikan dukungan terhadap Palestina dan pentingnya kebebasan menyuarakan pandangan mengenai konflik serta penderitaan warga sipil.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |