Bagaimana Iran Menguras Stok Senjata AS?

5 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Perang melawan Iran mulai membuka persoalan yang lebih dalam bagi militer Amerika Serikat (AS). Bukan hanya soal berapa banyak rudal Iran yang berhasil dicegat, melainkan berapa banyak pencegat mahal yang harus ditembakkan AS untuk menghentikannya dan seberapa cepat industri pertahanan Amerika mampu mengganti senjata yang telah digunakan.

Gambaran terbaru terlihat dalam serangan Iran terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania. Militer AS menembakkan hingga sekitar 70 pencegat Patriot dan lebih dari selusin pencegat THAAD ketika menghadapi rentetan rudal Iran. Penggunaan sebesar itu setara dengan sekitar satu pekan pemakaian pada tingkat sebelumnya dalam perang, sebagaimana diberitakan The Wall Street Journal, Rabu, 16 September 2026.

Serangan tersebut memperlihatkan persoalan matematis yang semakin dihadapi sistem pertahanan udara Amerika. Iran tidak harus menghancurkan seluruh baterai pertahanan AS untuk memberikan tekanan terhadap kemampuan militernya. Serangan berulang yang memaksa Washington terus menembakkan pencegat bernilai tinggi dapat mengurangi persediaan lebih cepat daripada kemampuan industri pertahanan memproduksi penggantinya.

The Wall Street Journal juga melaporkan Iran telah menggunakan taktik serangan yang semakin rumit, termasuk hulu ledak yang dapat terpecah menjadi beberapa proyektil ketika mendekati sasaran. Perubahan tersebut membuat proses intersepsi lebih sulit dan dapat meningkatkan jumlah amunisi yang dibutuhkan pihak bertahan.

Separuh hingga Dua Pertiga Pencegat Terkuras

Perkembangan itu muncul bersamaan dengan gambaran yang semakin jelas mengenai terkurasnya persediaan senjata Amerika. Congressional Budget Office (CBO) dalam analisis yang dirilis Selasa, 15 September 2026, memperkirakan konflik telah menghabiskan sekitar separuh hingga dua pertiga persediaan gabungan beberapa jenis pencegat pertahanan rudal AS sejak Juni 2025.

Persenjataan yang masuk dalam perhitungan tersebut adalah Patriot, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), Standard Missile-3 (SM-3), dan Standard Missile-6 (SM-6). Pentagon tidak mengungkap jumlah pasti pencegat dalam inventarisnya. Karena itu, CBO membuat estimasi dengan membandingkan jumlah penggunaan yang dilaporkan dengan keseluruhan rudal yang diketahui telah dibeli Departemen Pertahanan AS.

CBO memperkirakan empat jenis pencegat itu menyumbang 13,1 miliar dolar AS dari sekitar 21,7 miliar dolar AS amunisi yang perlu diganti setelah digunakan hingga 1 Agustus. Rudal jelajah serangan darat menyumbang sekitar 7,3 miliar dolar AS, sedangkan amunisi lainnya sekitar 1,2 miliar dolar AS, sebagaimana diberitakan Defense News, Selasa, 15 September 2026.

Besarnya konsumsi itu menunjukkan bahwa biaya pertahanan tidak berhenti ketika sebuah rudal Iran berhasil dihancurkan. Setiap pencegat yang ditembakkan sekaligus mengurangi persediaan yang mungkin diperlukan untuk menghadapi serangan berikutnya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |