Kondisi bendungan mengering di Waduk Benanga Lempake, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (5/9/2026). Menurut petugas Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV, dalam sepekan terakhir debit air Waduk Benanga Lempake mengalami penyusutan menjadi 6,80 mdpl dari sebelumnya 7,20 mdpl. (FOTO : ANTARA FOTO/Angga Palguna)
Petugas memeriksa bendungan di Waduk Benanga Lempake yang deibt airnya terus menyusut. Kondisi tersebut berdampak pada kemampuan waduk dalam mengalirkan air ke saluran irigasi serta menyuplai kebutuhan air baku bagi wilayah Samarinda dan sekitarnya. Pemantauan terhadap kondisi waduk terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak penurunan debit air yang lebih luas. (FOTO : ANTARA FOTO/Angga Palguna)
Foto udara kondisi bendungan mengering di Waduk Benanga Lempake, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (5/9/2026). Menurut petugas Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV, dalam sepekan terakhir debit air Waduk Benanga Lempake mengalami penyusutan menjadi 6,80 mdpl dari sebelumnya 7,20 mdpl dan saat ini tidak dapat mengaliri saluran irigasi dan menyuplai kebutuhan air baku di wilayah Samarinda dan sekitarnya. (FOTO : ANTARA FOTO/Angga Palguna)
REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Debit air di Waduk Benanga Lempake, Samarinda, Kalimantan Timur, terus mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut membuat ketersediaan air untuk kebutuhan irigasi dan air baku mulai mendapat perhatian.
Menurut petugas Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV, muka air waduk menyusut menjadi sekitar 6,80 meter di atas permukaan laut (mdpl) dari sebelumnya 7,20 mdpl. Penurunan muka air terjadi seiring berkurangnya pasokan air yang masuk ke waduk.
Kondisi tersebut berdampak pada kemampuan waduk dalam mengalirkan air ke saluran irigasi serta menyuplai kebutuhan air baku bagi wilayah Samarinda dan sekitarnya. Pemantauan terhadap kondisi waduk terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak penurunan debit air yang lebih luas.
sumber : Antara Foto
.png)
1 hour ago
1














































