Personel Batalyon Malaysia (Malbatt) 850-13 di Lebanon selatan tergabung dalam Unifil.
REPUBLIKA.CO.ID, LEBANON -- Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan menyatakan pemerintah RI siap melindungi prajurit TNI yang bertugas di Lebanon. Tapi Iwan tak merinci sejauh mana perlindungan itu akan diberikan.
Hal itu dikatakan Iwan usai menjenguk penjaga perdamaian prajurit Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S yang menjadi korban insiden UNIFIL yang tengah menjalani perawatan di RS Saint George, Beirut. Iwan tak memberi pernyataan soal desakan pemulangan pasukan dari Lebanon.
"Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan kepada seluruh personel," kata Iwan dalam keterangan pers yang diterima Republika pada Senin (6/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Iwan didampingi oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Lebanon, Dicky Komar, DCO Seceast UNIFIL Kolonel Inf A. Juni Toa, serta Dirbinops PMPP TNI Kolonel Inf Untung Prayitno. Iwan memberikan dukungan moril serta doa kepada tiga prajurit yang dirawat, yakni Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, Praka Rico Pramudia, dan Praka Deni Rianto.
"Kehadiran tersebut menegaskan komitmen negara khususnya Pimpinan TNI untuk senantiasa hadir dan memberikan perhatian kepada prajurit yang bertugas di wilayah misi," ujar Iwan.
Iwan juga menyatakan kehadiran pasukan dari Indonesia di Lebanon merupakan bentuk pemeliharaan perdamaian.
"Berperan aktif dalam mendukung upaya pemeliharaan perdamaian dunia melalui pengiriman Pasukan Garuda" ujar Iwan.
Sebelumnya, UNIFIL menyampaikan Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat ledakan proyektil di dekat salah satu pos Indonesia di desa Adchit Al Qusayr pada Ahad (29/3/2026). Sementara itu, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur akibat ledakan dari sumber yang belum diketahui pada Senin (30/3/2026).
.png)
4 hours ago
1
















































