REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jam kerja yang terlalu panjang masih menjadi bagian dari keseharian banyak pekerja di Indonesia. Data terbaru Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025 menunjukkan sebagian pekerja menghabiskan waktu kerja jauh melampaui batas wajar.
Berdasarkan data tersebut, sebanyak 25,47 persen penduduk bekerja lebih dari 49 jam per pekan. Artinya, sekitar satu dari empat pekerja di Indonesia masuk kategori bekerja berlebihan atau overwork.
Kondisi overwork atau bekerja secara berlebihan dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Dokter spesialis saraf, dr Sudhir Kumar, memperingatkan bahwa overwork dapat meningkatkan risiko strok dan penyakit jantung.
Menurut dr Kumar mengatakan penelitian menunjukkan rentang jam kerja yang paling sehat berada di kisaran 35-40 jam per pekan. Setelah melewati batas tersebut, risiko gangguan kesehatan mulai meningkat.
"Penelitian menunjukkan rentang yang paling sehat adalah sekitar 35-40 jam kerja per pekan. Di luar itu, risiko kesehatan mulai meningkat, dan bekerja 55 jam atau lebih setiap pekan secara konsisten dikaitkan dengan risiko kardiovaskular yang jauh lebih tinggi," kata Kumar dikutip dari Hindustan Times, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, dibandingkan orang yang bekerja 35-40 jam per pekan, mereka yang bekerja selama 55 jam atau lebih memiliki risiko strok 35 persen lebih tinggi. Selain itu, risiko penyakit jantung iskemik juga meningkat sebesar 17 persen.
Dia juga mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Buruh Internasional (ILO) yang menyebut jam kerja panjang berkontribusi terhadap sekitar 745 ribu kematian di seluruh dunia pada 2016 akibat strok dan penyakit jantung. la menjelaskan dampak bekerja terlalu lama tidak hanya berkaitan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Jam kerja yang panjang juga dikaitkan dengan kualitas tidur yang buruk, kelelahan, burnout, kecemasan, depresi, tekanan darah tinggi, hingga penurunan produktivitas dan konsentrasi.
"Overwork juga bisa meningkatkan risiko cedera dan kesalahan di tempat kerja. Waktu yang lebih banyak dihabiskan untuk bekerja turut mengurangi kesempatan seseorang untuk berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, serta menghabiskan waktu bersama keluarga," ujar dr Kumar.
.png)
8 hours ago
1














































