Jamaah Diimbau tak Memforsir Ibadah Jelang Puncak Haji, Banyak yang Wafat Justru Usia 40-50 Tahun

5 hours ago 2

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak (kiri) berbincang dengan calon haji yang akan diberangkatkan melalui embarkasi Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, Jumat (1/5/2026). Dalam kunjungannya tersebut Wamenhaj Dahnil Anzar memastikan pelayanan di bandara Kertajati harus maksimal khususnya untuk melayani calon haji lansia dan disabilitas.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak mengingatkan jamaah haji Indonesia agar tidak memforsir ibadah menjelang puncak pelaksanaan haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Menurut Dahnil, jamaah perlu menjaga kondisi fisik dan memperbanyak istirahat agar dapat menjalani puncak ibadah haji dengan baik. Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang diterimanya, jamaah yang wafat justru banyak berasal dari kelompok usia non-lansia.

“Untuk jamaah kita berharap fokus persiapan puncak haji, istirahat yang cukup,” ujar Dahnil saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) layanan haji di Asrama Haji Pondok Gede, Selasa (12/5/2026).

Dia menjelaskan, banyak jamaah usia 40 hingga 50 tahun merasa tubuhnya sehat sehingga terlalu memforsir aktivitas ibadah selama berada di Tanah Suci.

“Yang wafat itu bukan mayoritas lansia justru. Yang wafat itu orang-orang yang berusia 40-50 tahun. Kenapa? Karena rata-rata beliau-beliau ini merasa sehat, kemudian memforsir kegiatan ibadah,” ucap.

Akibat kelelahan berlebihan, lanjut Dahnil, kondisi tubuh jamaah menurun dan memicu munculnya penyakit yang berujung pada kematian.

“Tanpa sadar kemudian akhirnya tenaga berkurang, penyakit muncul, kecapean akhirnya ada yang wafat,” katanya.

Karena itu, Dahnil meminta jamaah benar-benar mempersiapkan diri menghadapi rangkaian ibadah utama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

“Menjelang puncak haji, istirahat yang cukup, fokus persiapan untuk kegiatan di Arafah,” jelasnya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |