Warga Palestina memeriksa reruntuhan rumah mereka yang hancur pasca serangan udara Israel di kamp pengungsi Al-Shati, sebelah barat Kota Gaza, Jalur Gaza, 9 Mei 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Serangan udara Israel menewaskan dan melukai puluhan warga Palestina di Kota Gaza pada Jumat malam setelah rentetan serangan menghantam kawasan permukiman dan area sipil di lingkungan Al-Rimal. Belakangan, pejabat Israel mengklaim serangan itu menargetkan komandan senior Brigade Al-Qassam, Izz al-Din al-Haddad.
Serangan tersebut terjadi di tengah pemboman Israel yang terus berlangsung di berbagai wilayah Gaza, meski pembicaraan mengenai kemungkinan gencatan senjata masih terus dibahas.
Jurnalis Muhammad Rabah di Gaza mengutip sumber-sumber lokal menyebutkan, jet tempur Israel membombardir sebuah gedung di persimpangan Abu al-Kas di kawasan Al-Rimal, bagian Kota Gaza. Serangan itu memicu kehancuran besar dan menyebabkan banyak korban berjatuhan.
Menurut laporan setempat, sedikitnya tujuh warga Palestina syahid dan sekitar 45 lainnya terluka. Sumber medis dan tim darurat yang dikutip Aljazirah kemudian melaporkan jumlah korban meninggal mencakup tiga perempuan dan satu anak-anak. Sementara lebih dari 50 orang lainnya mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.
Rekaman video memperlihatkan kepulan asap tebal membubung di atas kawasan tersebut, sementara tim penyelamat dan warga berusaha mengevakuasi korban dari bawah reruntuhan bangunan.
Suasana selepas pengeboman Israel di Kota Gaza, Jumat (15/5/2026).
Tim ambulans dan pertahanan sipil dilaporkan mengalami kesulitan besar menjangkau lokasi akibat parahnya kerusakan dan kekacauan setelah serangan terjadi.
Rumah-rumah sakit di sekitar lokasi, yang sejak berbulan-bulan telah berada dalam tekanan berat akibat perang dan pengepungan, kesulitan menangani gelombang korban yang terus berdatangan.
.png)
5 hours ago
3
















































