Pesawat-pesawat pengisi bahan bakar AS terparkir di Pangkalan Pangeran Sultan di Arab Saudi
REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Serangan Iran terhadap sebuah pangkalan di Arab Saudi telah melukai sedikitnya 12 tentara Amerika, dua di antaranya serius, media AS melaporkan pada Sabtu. Iran terus melancarkan serangan balasan terhadap negara-negara Teluk yang menaungi landasan untuk serangan AS yang dimulai dalam operasi gabungan dengan Israel pada 28 Februari.
Serangan terhadap Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi mencakup setidaknya satu rudal dan beberapa drone, The New York Times dan The Wall Street Journal melaporkan, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya. Para prajurit berada di dalam gedung di pangkalan itu ketika serangan terjadi.
Setidaknya dua pesawat pengisi bahan bakar udara KC-135 juga mengalami kerusakan parah dalam serangan tersebut kata laporan tersebut. Arab Saudi sebelumnya telah mencegat beberapa rudal yang ditembakkan di dekat pangkalan tersebut.
Tiga belas anggota militer AS telah terbunuh sejak konflik dengan Iran pecah, dengan tujuh orang tewas di Teluk dan enam di Irak. Lebih dari 300 orang lainnya terluka. Menurut Kapten Angkatan Laut AS Tim Hawkins, “sebagian besar” korban luka ringan, dan sebagian besar tentara telah kembali bertugas.
Pejabat AS yang meminta untuk tidak disebutkan namanya mengatakan kepada AFP bahwa 10 tentara masih terluka parah.
Setidaknya dua pesawat pengisi bahan bakar udara KC-135 juga mengalami kerusakan parah dalam serangan tersebut. Serangan ini terjadi ketika Presiden AS Donald Trump bolak-balik antara menjanjikan perdamaian dan meningkatkan serangan yang ditujukan terhadap infrastruktur sipil yang penting.
Trump mengatakan bahwa perundingan perdamaian sedang berlangsung, dan berjalan dengan baik – sebuah klaim yang dibantah oleh para pejabat Iran. Sementara lebih banyak kapal perang dan ribuan tentara telah dikerahkan untuk memperkuat pasukan AS di wilayah tersebut.
.png)
4 hours ago
1
















































