Iran Ancam Hancurkan Infrastruktur AS yang Masih Tersisa di Timur Tengah

8 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Juru Bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, Kamis (16/7/2026) mengatakan, militer Iran akan menyerang infrastruktur milik Amerika Serikat (AS) yang masih tersisa di kawasan Timur Tengah, jika AS terus melancarkan serangan terhadap fasilitas milik Iran. Sebelumnya, Rabu (15/7), Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak ingin menetapkan tenggat waktu bagi Iran untuk melanjutkan perundingan di tengah serangan dan ancaman baru untuk membombardir sejumlah jembatan di Iran.

"Jika AS melaksanakan rencananya untuk menyerang infrastruktur Iran, maka segala sesuatu yang masih utuh, yakni seluruh infrastruktur di kawasan tersebut, akan menjadi sasaran serangan dahsyat oleh angkatan bersenjata Iran," kata Komando Militer Iran seperti dikutip televisi dan radio milik Pemerintah Iran.

Komando tersebut juga menegaskan Iran tidak akan membiarkan AS mencampuri urusan berkaitan dengan Selat Hormuz. Sejak 8 Juli, militer AS telah melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas tindakan Iran yang mengganggu pelayaran komersial di Selat Hormuz. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer milik AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.

Ledakan di Teheran

Pada Kamis dini hari, Iran mengaktifkan sistem pertahanan udara di sejumlah wilayah Teheran setelah muncul laporan mengenai ledakan di dalam dan sekitar ibu kota. Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan bahwa sistem pertahanan udara diaktifkan di beberapa kawasan, termasuk Teheran bagian timur dan barat.

Media tersebut juga mengutip laporan awal yang menyebutkan adanya ledakan di sekitar Parchin dan Pakdasht, yang berada di tenggara Teheran. Secara terpisah, Gubernur Pakdasht membenarkan aktivasi sistem pertahanan udara di wilayahnya dan mengatakan bahwa suara ledakan terdengar di kota tersebut.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kemudian menyatakan tidak ada korban jiwa akibat insiden di Parchin maupun Pakdasht, sebagaimana dilaporkan kantor berita Fars.

Fars juga mengutip juru bicara Provinsi Semnan yang mengatakan bahwa sebagian kawasan Bandara Semnan menjadi sasaran "serangan udara musuh". Ia menambahkan bahwa tim penyelamat telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan setelah serangan tersebut.

"Syukurlah, kawasan permukiman di kota-kota maupun desa-desa di Provinsi Semnan tidak mengalami serangan malam ini. Masyarakat diminta tidak memperhatikan berita maupun rumor yang disebarkan media musuh dan tidak perlu khawatir," kata juru bicara tersebut.

sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti, Anadolu

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |