Industri Otomotif Lesu, Ini Cara Gaikindo Cegah PHK

3 weeks ago 21

Industri Otomotif Lesu, Ini Cara Gaikindo Cegah PHK

Industri Otomotif Lesu, Ini Cara Gaikindo Cegah PHK (Ilustrasi/Okezone/Erha A Ramadhoni)

JAKARTA - Industri otomotif Indonesia menghadapi tantangan besar yang disebabkan sejumlah faktor. Penjualan mobil tak kunjung meningkat hingga pertengahan tahun ini. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

1. Pasar Lesu

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel atau pengiriman dari diler ke konsumen pada Januari sampai Juni 2025 mencapai 390.467 unit.

Angka tersebut turun 9,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Itu berarti permintaan terhadap mobil baru semakin menurun. Imbasnya sejumlah produsen harus menumpuk hasil produksi di gudang.

Sementara untuk distribusi dari pabrik ke diler alias wholesales pada semester I/2025 mencapai 374.740 unit. Jumlah tersebut juga turun 8,6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024. Tahun lalu, pada periode yang sama penjualan wholesales mencapai 410.020 unit.

Melihat hal tersebut, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta tidak ada PHK di industri otomotif. Ia berjanji pemerintah akan berusaha memperbaiki kondisi ekonomi yang ada saat ini.

2. Strategi Cegah PHK

Hal tersebut disambut baik Gaikindo. Bahkan, Gaikindo berupaya agar seluruh pabrikan yang ada di Indonesia tak PHK. Pasalnya, hal ini akan membuat kondisi perekonomian di Tanah Air semakin memburuk.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri berita otomotif lainnya

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |