Warga di Bantaran Waduk Saguling, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat menunjukan nyamuk yang mengigit. Populasi nyamuk di wilayah itu naik drastis karena masifnya pertumbuhan eceng gondok.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Teror gerombolan nyamuk di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat semakin meresahkan warga. Mereka bahkan menggunakan obat nyamuk bakar satu pack dalam semalam untuk meredakan serangan nyamuk.
Ketua RW 10 Desa Rancapanggung Rohmat mengatakan, gerombolan nyamuk yang merangsek ke pemukiman dan rumah warga itu biasanya muncul sore hingga pagi hari. Kemudian nyamuk akan menghilang saat terik matahari mulai menyinari daerah tersebut.
"Pagi sampai jam 8 pagi banyak nyamuknya, mulai panas hilang, datang lagi jam 5 sore mulai masuk ke rumah. Jadi kalau mulai gelap, malam itu banyak," kata Rohmat di lokasi, Selasa (12/5/2026).
Warga sejauh ini hanya mengandalkan obat nyamuk bakar untuk melumpuhkan gerombolan nyamuk. Sebab, fogging yang dilakukan beberapa waktu lalu ternyata tidak efektif, bahkan menurut Rohmat malah membuat populasi nyamuk semakin banyak.
"Fogging udah kemarin tapi malah makin banyak nyamuknya. Jadi sekarang pakai obat nyamuk bakar aja sehari bisa abis satu dus (satu pack)," kata Rohmat.
Dia mengatakan, gerombolan nyamuk yang menyerang warga itu memang tak menimbulkan penyakit berbahaya seperti demam berdarah dangue (DBD) dan chikungunya seperti jenis aedes egypti. Namun tetap saja keberadaannya menganggu aktivitas dan menyebabkan warga mengalami gatal-gatal.
"Nyamuk itu sudah tiga bulan masuk ke pemukiman warga, jadinya resah dan mengganggu. Nyamuknya menggigit, jadinya gatal-gatal, bentol langsung merah bekasnya," ucap Rohmat.
Menurutnya, berkembangbiaknya populasi nyamuk di wilayahnya itu dikarenakan masifnya pertumbuhan eceng gondok di perairan Waduk Saguling. Sehingga warga berharap pihak terkait segera membersihkan eceng gondok yang mememuhi perairan yang berkontribusi terhadap produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling.
"Air Saguling itu biasanya delapan bulan sekali surut, kemarin enggak surut akhirnya ecengnya bertambah banyak. Sekarang ecengnya tambah penuh meluas dan nyamuknya banyak sekarang," kata Rohmat.
.png)
1 day ago
6















































