Sutradara George Lucas menghadiri upacara pembukaan di Obama Presidential Center di Chicago, Illinois, 18 Juni 2026. Mrnurut dia, Al akan menjadi bagian tak terhindarkan dari masa depan sinema serta akan mempermudah proses pembuatan film.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- George Lucas turut menyuarakan pandangannya mengenai penggunaan kecerdasan buatan (Al) di industri film. Menurut kreator dan sutradara "Star Wars" tersebut, Al akan menjadi bagian tak terhindarkan dari masa depan sinema serta akan mempermudah proses pembuatan film.
Dalam wawancara dengan A Rabbit's Foot, Lucas diminta menanggapi perdebatan yang terus berkembang mengenai peran Al dalam proses kreatif pembuatan film. Teknologi yang berkembang pesat itu masih memicu kontroversi.
Menanggapi isu tersebut, Lucas mengatakan Al pada dasarnya membuat proses produksi film menjadi jauh lebih mudah. la kemudian membandingkan penolakan terhadap Al dengan sikap sebagian orang pada masa lalu yang enggan menerima kehadiran mobil.
"Al berarti mempemudah pembuatan film. Tidak ada yang bisa menghentikannya. Itulah kemajuan, itulah masa depan," kata Lucas dilansir laman NME, Kamis (16/7/2026).
Saat ditanya lebih lanjut mengenai berbagai risiko yang ditimbulkan Al, Lucas menilai teknologi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk membantu mengidentifikasi konten palsu dan melacak asal-usulnya. "Jika Anda menginginkan Al bisa memberi tahu apakah sesuatu itu palsu dan dari mana asalnya, Al bisa melakukannya. Manusia tidak bisa, kita tidak secerdas itu," kata Lucas
Namun demikian, ia menegaskan bahwa tanggung jawab tetap berada di tangan manusia, bukan pada teknologinya. Menurut dia, setiap orang harus bertanggung jawab atas apa yang mereka katakan dan lakukan. Apabila seseorang melakukan tindakan yang melanggar hukum, orang tersebut harus menerima hukuman.
"Intinya sebagai manusia kita bertanggung jawab atas apa yang kita katakan dan lakukan. Jika melakukan sesuatu yang ilegal, maka harus dihukum," kata dia.
.png)
6 hours ago
1














































