Data Terbaru KAI: Lonjakan Penumpang Lebaran Tembus Angka Fantastis

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Moda transportasi kereta api kembali menegaskan posisinya sebagai pilihan utama masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026. Tingginya jumlah penumpang, layanan yang semakin andal, hingga keberhasilan pengelolaan operasional menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Di wilayah Jawa Barat, KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatat sebanyak 872.179 penumpang menggunakan kereta api selama periode angkutan Lebaran yang berlangsung 11 Maret hingga 1 April 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 441.610 penumpang berangkat dan 430.569 penumpang datang.

Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo menyebut tingginya mobilitas tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap aspek keamanan, kenyamanan, serta ketepatan waktu layanan kereta api. “Ini menjadi penambah semangat bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan,” ujarnya.

Hal senada juga tercermin di wilayah operasional Daop 1 Jakarta. Hingga akhir Maret 2026, KAI Daop 1 Jakarta melayani lebih dari 1,4 juta penumpang, dengan rincian 815.703 penumpang berangkat dan 622.517 penumpang datang. Volume arus balik bahkan konsisten berada di atas 50 ribu penumpang per hari sejak 23 Maret.

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo memastikan seluruh perjalanan berjalan lancar, aman, dan terkendali dengan tingkat ketepatan waktu yang terjaga. Mayoritas penumpang arus balik berasal dari kota-kota favorit seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya, hingga Bandung.

Pengalaman positif juga dirasakan langsung oleh para penumpang. Riri, penumpang dari Semarang, mengaku memilih kereta api karena dinilai lebih praktis dan bebas dari kemacetan. “Saya prefer kereta karena enggak ribet di traffic,” katanya. Sementara Diah menilai akses stasiun yang dekat dengan pusat aktivitas menjadi keunggulan tersendiri, dan Didik menambahkan bahwa kereta api lebih cepat serta tepat waktu dibanding moda transportasi lain.

Selain kelancaran operasional, komitmen pelayanan KAI juga tercermin dari pengelolaan barang tertinggal. Di wilayah Daop 3 Cirebon, selama masa angkutan Lebaran 2026, KAI berhasil menangani 89 kasus barang tertinggal dengan total estimasi nilai mencapai Rp106,56 juta, dan seluruhnya telah dikembalikan kepada pemiliknya .

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin menyatakan layanan lost and found menjadi bagian integral dari pelayanan menyeluruh kepada penumpang. Barang yang ditemukan pun beragam, mulai dari perangkat elektronik hingga perhiasan dan uang tunai.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |