Buleleng siapkan Kecamatan Gerokgak kawasan strategis ketahanan pangan.
REPUBLIKA.CO.ID, BULELENG, – Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, menyiapkan Kecamatan Gerokgak sebagai kawasan strategis untuk pertanian dan hortikultura guna mendukung program ketahanan pangan nasional. Pengumuman ini disampaikan usai kegiatan Dharma Santi di Gedung Serbaguna Desa Adat Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, Sabtu.
Kecamatan Gerokgak dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat pertanian, hortikultura, perikanan, hingga industri pangan. Sutjidra menegaskan, "Pengembangan industri perikanan dan pertanian sangat memungkinkan karena lahan yang tersedia cukup besar."
Pemerintah Kabupaten Buleleng telah melakukan pemetaan lahan potensial di sembilan kecamatan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Dalam pemetaan ini, Kecamatan Gerokgak diproyeksikan menjadi kawasan strategis.
Pengembangan Komoditas Unggulan
Kawasan Gerokgak, termasuk Pejarakan, memiliki potensi besar untuk pertanian hortikultura berkelanjutan. Kabupaten Buleleng menjadi salah satu dari 13 kabupaten di Indonesia yang terpilih dalam pengembangan ketahanan pangan. Fokusnya pada empat komoditas utama: durian dan manggis untuk buah-buahan, serta bawang merah dan sayuran hijau untuk hortikultura.
Durian direncanakan untuk dikembangkan di Kecamatan Busungbiu dan Seririt, sedangkan manggis di Gerokgak. Untuk bawang merah, pengembangan diarahkan di Kecamatan Gerokgak, Kubutambahan, dan Sawan.
Infrastruktur dan Sumber Daya Air
Pemerintah Kabupaten Buleleng berencana memanfaatkan Bendungan Gerokgak untuk pengembangan pertanian. Sutjidra menyatakan, "Kawasan sepanjang aliran bendungan memiliki potensi lahan dan ketersediaan air yang baik." Selain itu, jaringan irigasi dan jalan usaha tani akan diperbaiki melalui program pusat.
Ke depan, Buleleng juga membuka peluang pembangunan embung untuk memperkuat sistem pengairan di kawasan Gerokgak.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
4 days ago
21















































