Kepala BRIN Prof Arif Satria.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan membangun Rumah Inovasi Daerah di setiap provinsi sebagai upaya memperkuat ekosistem riset dan mempercepat hilirisasi inovasi untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah. Program tersebut akan diluncurkan setelah peresmian Rumah Inovasi Indonesia yang dijadwalkan pada September 2026.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan Rumah Inovasi Daerah dirancang menjadi wadah kolaborasi para peneliti dari berbagai perguruan tinggi dalam satu provinsi untuk menghasilkan riset yang mampu menjawab persoalan strategis di daerah.
"Kampus punya sumbangan pada penguatan penelitian dan pengembangan UMKM dan industri di daerah. Nanti, setiap provinsi akan dibangun Rumah Inovasi Daerah," kata Arif saat menyampaikan kuliah umum riset nasional di Aula Gedung Kuliah Bersama Universitas Negeri Malang (UM), Kota Malang, Jawa Timur, Jumat.
Menurut Arif, penguatan ekonomi nasional harus diawali dengan memperkuat fondasi perekonomian di tingkat daerah. Karena itu, diperlukan ekosistem yang mampu mempertemukan peneliti, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengembangkan riset yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, Rumah Inovasi Daerah akan menjadi ruang kolaborasi antarkampus untuk bertukar gagasan, menyusun riset bersama, hingga mengimplementasikan hasil inovasi guna mendukung penyelesaian berbagai persoalan pembangunan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
"Sebelum Rumah Inovasi Daerah, September nanti kami meluncurkan terlebih dahulu Rumah Inovasi Indonesia. Setelah itu baru Rumah Inovasi Daerah akan kami launching," ujarnya.
Selain menyiapkan Rumah Inovasi Daerah, BRIN juga mendorong lebih banyak perguruan tinggi membangun fasilitas science techno park sebagai jembatan antara dunia akademik dan industri.
Menurut Arif, keberadaan science techno park akan mempercepat proses hilirisasi hasil riset dan inovasi yang dikembangkan peneliti, dosen, maupun mahasiswa sehingga tidak berhenti sebagai produk ilmiah, tetapi dapat dimanfaatkan oleh dunia usaha dan masyarakat.
"Dengan kampus membangun science techno park maka itu akan menjadi jembatan bagi hubungan kampus dengan industri," katanya.
sumber : Antara
.png)
5 hours ago
3







































