Beredar Video Pengakuan Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp 20 Juta Sebelum Demo

3 hours ago 5

Koordinator aksi mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) di kawasan Patung Kuda, pekan lalu, Muhammad Abdi (tengah)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koordinator aksi yang dilakukan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) di kawasan Patung Kuda, pekan lalu, Muhammad Abdi, mengaku menerima uang sebesar Rp 20 juta. Pengakuan itu dilakukan ketika Abdi diminta klarifikasi oleh sejumlah mahasiswa di UBK pada Senin (22/6/2026).

Dalam video beredar, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) UBK itu mengungkapkan, uang itu dibagikan ke sejumlah orang. Orang-orang yang menerima uang itu adalah Rafli Maulana Akbar (Wakil Ketua BEM FH UBK) sebesar Rp 2,5 juta, Pujiono (Ketua BEM FE) Rp 2 juta, Rafli Bastian (Wakil Ketua BEM FE UBK) Rp 2 juta, Mubarak Fosamu (Pengurus BEM FH) Rp 2,5 juta, Amiruddin Emon Rp 2,5 juta, dan Syafruddin Eno Rp 2,5 juta, yang keduanya adalah senior di kampus mereka.

"Sisanya buat konsolidasi dan ada di motor saya," kata dia dalam video yang tersebar di media sosial, dikutip Republika, Selasa (23/6/2026).

Ia mengungkapkan, uang itu diberikan oleh anggota kepolisian sebelum aksi dilakukan. Tujuannya adalah agar mereka tidak melakukan aksi di Istana Merdeka, melainkan aksi di depan Gedung DPR. "(Yang kasih) pihak kepolisian, Bang Aan. Juga ada keterlibatan dari senior," kata dia.

Menurut dia, pihaknya tetap melakukan aksi ke Patung Kuda pada Senin (15/6/2026). Uang itu dibagikan setelah aksi dilakukan pada Senin malam.

Republika mencoba mengonfirmasi langsung pernyataan Abdi yang tersebar di media sosial melalui WhatsApp. Namun, yang bersangkutan belum menjawabnya. Republika juga sudah ke UBK untuk mengonfirmasi langsung, tapi belum ada yang berbicara.  

Republika juga mencoba mengonfirmasi informasi uang itu berasal dari kepolisian kepada Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlin Sumantri. Namun, yang bersangkutan mengaku belum mengetahui informasi tersebut. "Mohon izin kita belum tahu pastinya, bisa dikonfirmasi ke Polda," kata dia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |