Benarkah Nabi Pernah Melarang Perempuan ke Masjid? Ternyata, Hadis Shahih Berkata Lain

3 days ago 20

Suasana Masjid Agung Banten di Kota Serang, Banten, Sabtu (4/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, Perdebatan soal boleh tidaknya perempuan pergi ke masjid kembali menjadi pembahasan. Namun, kajian hadits terbaru yang disampaikan cendekiawan Muslim, Jasser Auda menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW justru melarang umatnya menghalangi perempuan untuk beribadah di masjid.

Dalam kajian bertajuk “Apakah Nabi Muhammad SAW melarang perempuan mengunjungi masjid?” disebutkan bahwa banyak hadis shahih menunjukkan perempuan pada masa Rasulullah aktif menghadiri sholat berjamaah di masjid, termasuk sholat Subuh dan Isya.

Salah satu hadis utama berasal dari riwayat Abdullah bin Umar. Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa istri Umar bin Khattab, Atikah binti Zaid, rutin menghadiri sholat berjamaah di masjid meski Umar dikenal cemburu dan kurang menyukainya.Ketika ditanya mengapa Umar tidak melarangnya, dijawab bahwa Umar tidak berani menentang sabda Rasulullah SAW:

“Yang menghalangi dia dari hal itu adalah sabda Rasulullah SAW, ‘Janganlah kalian menghalangi hamba-hamba perempuan Allah untuk pergi ke masjid-masjid Allah'.”

Riwayat lain bahkan menunjukkan kemarahan Abdullah bin Umar ketika anaknya berniat melarang perempuan keluar menuju masjid. Ia menilai tindakan tersebut bertentangan langsung dengan perintah Nabi Muhammad SAW.

Dalam kajian itu dijelaskan, sejumlah ulama memang pernah menggunakan hadis riwayat Sayyidah Aisyah RA untuk membatasi perempuan ke masjid. Aisyah pernah berkata bahwa jika Rasulullah melihat kondisi perempuan pada zamannya, maka kemungkinan beliau akan melarang mereka pergi ke masjid sebagaimana perempuan Bani Israil dahulu.

Para ulama besar seperti Imam Malik, Ibn Hajar, Ibn Hazm, hingga Ibn Qudamah menilai ucapan Aisyah bukanlah perubahan hukum tetap, melainkan bentuk kehati-hatian sosial pada kondisi tertentu.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |