REPUBLIKA.CO.ID, WAMENA, – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mengharapkan dukungan penuh masyarakat untuk mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2026. Dukungan tersebut terutama dalam bentuk ketaatan membayar pajak dan retribusi daerah.
Pelaksana Tugas Kepala Bapenda Kabupaten Jayawijaya, Immanuel YAR Rumere, menyampaikan hal ini dalam keterangan tertulis di Wamena, Kamis. Ia menekankan bahwa sumber-sumber PAD dari pajak dan retribusi sangat banyak sehingga membutuhkan partisipasi serius masyarakat.
"Sumber-sumber PAD dari pajak dan retribusi sangat banyak, sehingga membutuhkan dukungan serius masyarakat dalam membayar iuran setiap bulan tepat waktu," kata Immanuel.
Potensi Pajak dan Retribusi
Immanuel merinci berbagai sumber PAD di Kabupaten Jayawijaya yang berasal dari sektor pajak dan retribusi. Sumber-sumber tersebut antara lain parkiran bandara, sektor perdagangan, perhotelan, pajak iklan, galian C, retribusi terminal, serta retribusi persampahan.
Selain sumber-sumber konvensional tersebut, Bapenda Jayawijaya juga mulai melirik potensi baru. Salah satu objek pajak yang akan menjadi fokus ke depan adalah videotron.
"Ke depan ada beberapa objek pajak yang menjadi fokus kami, salah satunya videotron dalam rangka peningkatan PAD Kabupaten Jayawijaya tahun 2026," ujarnya.
Videotron Jadi Sasaran Pajak Baru
Immanuel menjelaskan bahwa penggunaan videotron di Kabupaten Jayawijaya saat ini cukup masif. Media tersebut kerap digunakan dalam berbagai kegiatan tertentu maupun untuk pemutaran siaran olahraga yang digemari masyarakat.
"Kami lihat penggunaan videotron telah ramai di Jayawijaya, maka kami akan mencoba mendorongnya masuk dalam objek pajak," tegasnya.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Bapenda akan melakukan serangkaian tahapan. Kajian dan sosialisasi kepada para pihak terkait akan menjadi langkah awal sebelum menyusun rancangan pajak atau retribusi videotron.
"Beberapa tahapan akan dilakukan sebelum membuat rancangan pajak atau retribusi videotron, salah satunya kajian dan sosialisasi kepada sumber pendapatan tersebut," kata Immanuel.
Target PAD Meningkat Signifikan
Immanuel mengungkapkan bahwa target PAD Kabupaten Jayawijaya pada tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp75 miliar. Angka ini akan ditingkatkan menjadi Rp90 miliar pada tahun 2026.
Demi mencapai target ambisius tersebut, ia berharap seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi sumber pendapatan Pemkab Jayawijaya dapat memaksimalkan potensi yang ada. Dukungan masyarakat juga dinilai krusial.
"Kami tentu berharap pimpinan OPD yang masuk dalam sumber pendapatan Pemkab Jayawijaya dapat terus memaksimalkan potensi daerah yang ada dalam mencapai PAD dalam tahun ini. Masyarakat pun kami harap mendukung capaian target PAD dengan membayar pajak dan retribusi sesuai waktu yang ditentukan," pungkasnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
3 hours ago
1

















































