3 Keutamaan Dzikir Laa Ilaaha Illallah (Ilustrasi/Freepik)
JAKARTA - Dzikir merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Dzikir dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, dengan berdzikir, dapat membuat hati menjadi tenang.
1. Dzikir
Melansir laman NU, Rabu (6/8/2025), ulama mengajarkan saat melafalkan kalimat tauhid secara lengkap, dianjurkan untuk memanjangkan ucapan “La” sambil menoleh ke kanan, seraya menghayati makna: “tidak ada.”
Saat mengucap “Ilaha”, kepala diarahkan ke tengah dengan merenungkan maknanya: “Tuhan yang wajib disembah.”
Kemudian pada bagian “Illallah”, kepala berpaling ke kiri sambil menghadirkan makna: “kecuali Allah.”
Artinya, “Tidak ada Tuhan selain Allah".
Tidak hanya menjadi syarat utama keislaman seseorang, tetapi juga menjadi dzikir paling utama yang sangat dianjurkan untuk dibaca rutin.
Rasulullah SAW bersabda:
“Dzikir yang paling utama adalah Laa ilaaha illallah.” (HR Tirmidzi no 3383)
Hadis ini menjelaskan, dari sekian banyak bentuk dzikir, kalimat tauhid ini memiliki kedudukan tertinggi.
Syekh Ibnu Ruslan atas Sunan Abi Daud menjelaskan hadits :
وَالْمَقْصُوْدُ الْقَلْبُ لَا اللِّسَانُ، فَلَوْ قَالَ: لَا إِلهَ. وَمَاتَ وَمُعْتَقَدُهُ وَضَمِيْرُهُ الْوَحْدَانِيَّةُ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ بِاتِّفَاقِ أَهْلِ السُّنَّةِ
Artinya : "Maksud ucapan lafaz tauhid di hati dan lisan. Andai ia mengucapkan lafaz tauhid hanya لَا إِلهَ (tidak ada tuhan…) kemudian keburu wafat dan belum sempat mengucapkan kalimat setelahnya إِلَّا الله, keyakinan dan batinnya kembali kepada keesaan Allah, maka ia termasuk ahli surga sebagaimana yang disepakati oleh Ahlussunnah wal jama’ah." (Syekh Sihabuddin al-Ramli, Syarah Sunan Abi Daud, Mesir: Dar el-Falah, 1437, juz 7: 258).
Berikut 3 keutamaan bacaan dzikir Laa Ilaaha Illallah yang perlu diketahui, sebagaimana telah dihimpun Okezone :