Wamenhaj Apresiasi Komitmen Republika Kawal Ekonomi Syariah, Ingatkan Bahaya 'Topeng Syariah'

17 hours ago 3

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak saat menghadiri Anugerah Syariah Republika 2026 di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak mengapresiasi konsistensi Republika dalam mengawal perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Menurutnya, komitmen media nasional ini penting untuk membangun tradisi sekaligus memperkuat praktik ekonomi syariah yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Dalam acara rutin tahunan Republika ini, Dahnil juga menyerahkan penghargaan secara simbolis kepada sejumlah pemenang ASR 2026.

"Saya tentu mengapresiasi komitmen Republika dan grup terkait dengan ekonomi syariah. Hari-hari ini tuh memang Republika konsisten mengawal praktek ekonomi syariah, membangun tradisi ekonomi syariah," ujar Dahnil saat menghadiri Anugerah Syariah Republika (ASR) 2026 di The Energy Building, Jakarta, Rabu (1/7/2026) malam. 

Ia berharap Republika terus berperan memberikan pencerahan kepada publik mengenai praktik ekonomi syariah yang benar. Menurutnya, media juga memiliki peran penting dalam memberikan apresiasi kepada berbagai entitas ekonomi syariah yang menjalankan prinsip-prinsip syariah secara konsisten.

"Saya berharap Republika terus bisa semakin memberikan pencerahan terhadap praktik-praktik ekonomi syariah, memberikan apresiasi terhadap entitas-entitas ekonomi syariah. Tidak berhenti sebagai entitas simbolik, tapi juga bisa menjadi arus besar praktik ekonomi di Indonesia," ucapnya.

Dahnil menambahkan, ekosistem ekonomi haji juga tidak dapat dipisahkan dari praktik ekonomi syariah. Karena itu, ia menilai komitmen Republika dalam mengawal sektor tersebut menjadi salah satu kontribusi penting bagi pengembangan ekonomi syariah nasional.

"Termasuk terkait ekosistem ekonomi haji yang identik dengan praktik ekonomi syariah. Republika dan grup adalah salah satu media yang komitmennya tinggi terhadap hal tersebut," katanya.

Meski optimistis terhadap masa depan ekonomi syariah, Dahnil mengakui tantangan yang dihadapi saat ini tidak ringan. Menurut dia, berbagai kasus yang mencuat, termasuk di sektor layanan perjalanan maupun entitas yang mengusung label syariah, berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat.

"Tantangan ekonomi syariah hari ini adalah adanya dilema antara praktik syariah di satu sisi dengan moral hazard di sisi lain. Banyak hari ini orang yang bertopeng syariah, tetapi kemudian praktiknya tidak syariah," jelasnya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |